RiauPekanbaru

Warga Binaan Lapas Pekanbaru Dilatih Pijat Tradisional untuk Buka Peluang Usaha

×

Warga Binaan Lapas Pekanbaru Dilatih Pijat Tradisional untuk Buka Peluang Usaha

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM — Membuka lembaran hidup baru setelah bebas menjadi tantangan tersendiri bagi warga binaan, terutama saat harus kembali mencari pekerjaan. Untuk menjawab tantangan tersebut, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru membekali warga binaan dengan keterampilan pijat badan tradisional yang berpotensi menjadi sumber penghasilan.

Pelatihan hasil kolaborasi Lapas Pekanbaru dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Pesona itu dilaksanakan pada Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian agar warga binaan memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Eko Ari Wibowo, menilai keterampilan praktis seperti pijat tradisional dapat menjadi salah satu bekal untuk membuka peluang kerja maupun merintis usaha dengan modal yang relatif terjangkau.

Ia menjelaskan, melalui pelatihan tersebut warga binaan berkesempatan memperoleh ilmu dan sertifikat yang dapat menunjang kesiapan mereka ketika kembali ke masyarakat.

“Saya berpikir, pelatihan ini akan sangat berguna bagi rekan-rekan di saat bebas nanti ataupun menjelang bebas, karena di sini dilatih, mendapat sertifikat dan ketika bebas rekan-rekan sudah punya ilmunya serta modal untuk usaha seperti ini saya rasa tidak terlalu besar,” ujar Eko.

Baca Juga  Kurir Sabu Ditangkap di Batu Belah Kampar, Polisi Sita 4 Paket Narkotika dan Timbangan Digital

Menurutnya, pembinaan yang berorientasi pada keterampilan penting untuk membantu warga binaan membangun kemandirian. Dengan kemampuan yang dimiliki, mereka diharapkan tidak hanya bergantung pada kesempatan kerja dari pihak lain, tetapi juga memiliki peluang mengembangkan usaha sendiri.

Dukungan terhadap program tersebut datang dari Ketua LPK Pesona, Ernany Rahayu. Ia menyebut pelatihan ini sebagai bentuk kepedulian untuk memberikan kesempatan kepada warga binaan agar terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan masa depan.

“Kami ingin berbagi pengetahuan dan keterampilan yang mudah-mudahan dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat. Kami berharap keterampilan ini dapat membuka peluang bagi mereka untuk bekerja maupun membangun usaha sendiri,” kata Ernany.

Salah seorang peserta, Abas, juga menyampaikan harapannya agar keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat digunakan setelah bebas.

Baca Juga  Viral Pemotor Masuk Tol Pekanbaru-Dumai, Ini Penjelasan Polisi

Ia mengaku kegiatan tersebut memberinya kesempatan untuk mempelajari kemampuan baru yang dapat dikembangkan menjadi pekerjaan atau usaha mandiri.

“Saya merasa bersyukur bisa mengikuti pelatihan ini karena mendapatkan ilmu dan keterampilan baru. Mudah-mudahan setelah bebas nanti, keterampilan ini bisa saya gunakan untuk mencari pekerjaan atau membuka usaha sendiri,” ungkap Abas.

Program ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan warga binaan menghadapi tantangan sosial dan ekonomi setelah kembali ke masyarakat. Keterampilan yang diperoleh diharapkan membantu mereka meningkatkan kepercayaan diri, membangun kemandirian, dan menjalani kehidupan secara produktif.

Lapas Kelas IIA Pekanbaru pun mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak agar pembinaan tidak berhenti di dalam lapas, tetapi dapat menjadi bekal nyata bagi warga binaan untuk menata kembali masa depan mereka.

Melalui pelatihan pijat tradisional ini, kesempatan untuk berubah diharapkan tidak sekadar menjadi harapan, tetapi juga memiliki landasan berupa keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi sumber penghidupan.