BeritaPekanbaru

Diselimuti Kabut Asap Karhutla, Warga Pekanbaru Dilarikan ke Rumah Sakit akibat Sesak Napas

×

Diselimuti Kabut Asap Karhutla, Warga Pekanbaru Dilarikan ke Rumah Sakit akibat Sesak Napas

Sebarkan artikel ini
Diselimuti Kabut Asap Karhutla, Warga Pekanbaru Dilarikan ke Rumah Sakit akibat Sesak Napas
Diselimuti Kabut Asap Karhutla, Warga Pekanbaru Dilarikan ke Rumah Sakit akibat Sesak Napas

INGATLAH.COM – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Provinsi Riau mulai berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat.

Terbaru, seorang warga Kota Pekanbaru, Annisa, terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami sesak napas secara tiba-tiba.

Annisa mengaku, gangguan pernapasan tersebut muncul begitu cepat hingga membuatnya harus mendapatkan penanganan medis.

Ia menduga kondisi itu berkaitan dengan kabut asap yang belakangan menyelimuti wilayah Riau.

“Kejadiannya begitu cepat, tiba-tiba aja langsung terasa sesak napas,” kata Annisa, Rabu (14/10/2026).

Hingga Rabu, Annisa telah menjalani perawatan di rumah sakit selama tiga hari.

Kondisinya mulai membaik, tetapi ia masih kerap mengalami sesak napas yang disertai nyeri di bagian dada sebelah kanan.

“Udah mendingan walau kadang masih sesak. Masih nyeri dada kanan juga,” ujarnya.

Meski kondisinya berangsur membaik, rasa nyeri yang dialaminya masih cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca Juga  Minat Warga Membludak, Sawahlunto Jadi Kota dengan Pemeriksaan Kesehatan Tertinggi di Sumbar

Bahkan, untuk mengubah posisi duduk saja, Annisa mengaku harus menahan rasa sakit yang luar biasa, terutama ketika keluhan tersebut kembali kambuh.

“Sesak napas, nyeri dada kanan sih paling sakitnya. Pas kambuh, mau ngerubah posisi duduk aja sakit sekali,” ungkapnya.

Keluhan yang dialami Annisa juga diperparah dengan batuk yang terus-menerus.

Menurutnya, paparan kabut asap membuat batuk semakin sering muncul. Kondisi tersebut kemudian memperburuk rasa nyeri di bagian dada yang sudah dirasakannya.

“Apalagi karena asap ini kan batuk-batuk dibikinnya. Pas batuk pun nyeri di dada makin menjadi,” jelasnya.

Annisa mengungkapkan, dirinya pernah memiliki riwayat bronkitis pada 2012.

Namun, selama belasan tahun setelah mengalami penyakit tersebut, ia mengaku tidak pernah lagi merasakan sesak napas seperti yang dialaminya saat ini.

Baca Juga  Kabut Asap Imbas Karhutla, Wakil Ketua DPRD Sumbar Imbau Warga Waspada

Keluhan itu kembali muncul ketika kabut asap akibat karhutla menyelimuti Riau.

Pengalaman tersebut membuatnya menduga kondisi udara yang tercemar asap turut memengaruhi kesehatannya.

“Ada dulu bronkitis tahun 2012 lalu dan tak pernah kambuh sesaknya. Pas karhutla ini lah sesak lagi,” tuturnya.

Hingga kini, kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Riau seiring terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Kondisi ini menjadi perhatian karena asap dapat mengganggu kesehatan, terutama pada sistem pernapasan.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel saat harus beraktivitas di luar, serta segera mencari pertolongan medis jika mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan lainnya.

Nyeri dada yang berat, terlebih jika disertai sesak napas, perlu mendapat pemeriksaan medis segera.