INGATLAH.COM – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Provinsi Riau tercatat mencapai 1.948 kasus secara kumulatif hingga 21 Agustus 2026.
Data tersebut menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Riau seiring munculnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.
Selain ISPA, Kementerian Kesehatan juga mencatat 43 kasus asma, 36 kasus iritasi kulit dan 16 kasus konjungtivitis di Riau hingga periode yang sama.
Kepala Dinkes Riau, Zulkifli, mengatakan kondisi kesehatan masyarakat sejauh ini masih dapat ditangani.
Meski demikian, langkah pencegahan terus diperkuat untuk mencegah peningkatan kasus akibat paparan asap.
“Alhamdulillah, kasus ISPA ini dapat teratasi. Agar tidak terjadi peningkatan kasus, kami terus mengedepankan langkah preventif,” kata Zulkifli, Selasa (25/8/2026).
Berdasarkan pemantauan Dinkes Riau, terdapat 445 kasus ISPA yang tercatat di empat kabupaten/kota selama 19-22 Agustus 2026.
Pada 19 Agustus tercatat 211 kasus. Angka tersebut kemudian turun menjadi 71 kasus pada 20 Agustus, sebelum kembali mencapai 108 kasus pada 21 Agustus dan 55 kasus pada 22 Agustus.
Zulkifli menjelaskan, Pekanbaru menjadi salah satu daerah dengan jumlah kasus cukup tinggi.
Pada 19 Agustus tercatat 97 kasus, disusul 20 kasus pada 20 Agustus, 47 kasus pada 21 Agustus dan 13 kasus pada 22 Agustus.
Sementara itu, Kampar mencatat 48 kasus pada 19 Agustus, empat kasus pada 20 Agustus, enam kasus pada 21 Agustus dan tiga kasus pada 22 Agustus.
Di Pelalawan tercatat 44 kasus pada 19 Agustus, 26 kasus pada 20 Agustus dan 36 kasus pada 21 Agustus. Sedangkan Siak mencatat 22 kasus pada 19 Agustus.
Dinkes Riau mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara memburuk. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah juga diminta menggunakan masker.
Masyarakat dianjurkan menjaga asupan cairan dan mengonsumsi makanan bergizi. Warga yang mengalami keluhan seperti sesak napas, mata perih atau mual diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Dinkes Riau bersama dinas kesehatan kabupaten/kota akan terus memantau perkembangan kasus untuk memastikan dampak kesehatan akibat kabut asap tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.





