INGATLAH.COM – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bukit Kemuning di Kabupaten Kampar ternyata langsung dihentikan sementara (suspend).
Hal itu setelah puluhan pelajar penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga mengalami keracunan.
Sanksi suspend tersebut diberikan setelah sejumlah siswa dari SDN 008 Rimba Beringin dan SMKN 1 Tapung Hulu mengalami gejala mual dan muntah pada Rabu (19/8/2026).
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru, Syartiwidya, membenarkan penghentian sementara operasional SPPG tersebut.
“SPPG-nya sudah langsung di-suspend per hari kemarin,” kata Syartiwidya, Kamis (20/8/2026).
Penghentian operasional dilakukan sebagai langkah penanganan setelah munculnya dugaan keracunan pada penerima manfaat.
SPPG tidak diperbolehkan kembali beroperasi hingga proses pemeriksaan terkait kejadian tersebut mendapatkan kejelasan.
Puluhan pelajar yang mengalami keluhan kemudian mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan, seperti puskesmas dan klinik terdekat. Bahkan, beberapa korban dilaporkan harus dirujuk ke Rumah Sakit Tandun.
Informasi sementara menyebutkan terdapat sekitar 71 orang yang mengalami gejala diduga keracunan.
Namun, jumlah tersebut masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari pihak terkait.
Makanan MBG yang dibagikan saat kejadian terdiri dari nasi putih, ayam sup, tahu goreng, mentimun, dan pisang.
SPPG Bukit Kemuning berada di bawah naungan Yayasan Tunas Maju Karya. SPPG tersebut mulai beroperasi sejak 19 Januari 2026.
Dalam operasionalnya, SPPG ini melayani sekitar 2.583 penerima manfaat yang terbagi dalam delapan kelompok penerima manfaat.
Pemberian sanksi suspend menjadi langkah awal untuk memastikan keamanan makanan sekaligus mencegah kejadian serupa kembali terjadi selama proses pemeriksaan berlangsung.





