INGATLAH – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sawahlunto, Zulkifli, mengajak seluruh pengurus mushalla untuk terus memakmurkan rumah ibadah melalui pengelolaan yang baik, peningkatan pelayanan kepada jamaah, serta mengoptimalkan fungsi mushalla sebagai pusat pembinaan keagamaan.
Hal itu disampaikannya saat menggelar kegiatan Titian Muhibah dan Dialog Lintas Sektoral Pengurus Mushalla di Mushalla Baitul Ikhlas, Selasa (28/7).
Menurut Zulkifli, kemakmuran mushalla tidak diukur dari megahnya bangunan, melainkan dari aktifnya jamaah dan beragam kegiatan keagamaan yang berlangsung di dalamnya.
“Ukuran mushalla yang makmur bukan dari bangunannya, tetapi dari ramainya jamaah dan hidupnya aktivitas ibadah serta pembinaan keagamaan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menciptakan mushalla yang ramah bagi anak-anak.
Menurutnya, generasi muda perlu dibimbing agar mencintai rumah ibadah sejak dini, bukan justru dijauhkan.
“Anak-anak perlu didekatkan dengan mushalla. Tugas kita bukan menjauhkan mereka, tetapi membimbing agar aktivitas mereka menjadi lebih baik dan bernilai Islami,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Zulkifli mengingatkan empat tantangan besar yang dihadapi umat Islam saat ini, yakni rapuhnya akidah, melemahnya hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia, degradasi moral di tengah masyarakat, serta pentingnya membangun kemampuan berkomunikasi secara santun dan berakhlak.
Ia juga mengajak masyarakat membiasakan infak, wakaf, dan budaya saling membantu sebagai upaya memperkuat kehidupan sosial keagamaan.
Sementara itu, Ketua MUI Kota Sawahlunto, Fadli Rifenta menyebut menjadi pengurus mushalla merupakan bentuk pengabdian kepada umat.
Ia menilai kaderisasi pengurus penting dilakukan agar syiar Islam dapat terus berlanjut.
“Mushalla harus terus dihidupkan dengan salat berjamaah lima waktu serta berbagai kegiatan pembinaan keagamaan. Jangan berhenti bergerak hanya karena keterbatasan dana. Jangan malu mengajak masyarakat berpartisipasi jika tujuannya untuk kepentingan umat,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua BAZNAS Kota Sawahlunto, H. Edrizon Efendi, mengapresiasi program Titian Muhibah yang digagas Kementerian Agama sebagai wadah memperkuat komunikasi, informasi, dan kolaborasi dalam membangun kemaslahatan umat.
Ia juga menyoroti masih maraknya praktik rentenir yang membebani masyarakat, mulai dari pedagang kecil hingga aparatur sipil negara (ASN).
Menurutnya, persoalan tersebut memerlukan kepedulian dan kerja sama seluruh elemen masyarakat.
“BAZNAS siap mendukung setiap program yang bertujuan memperkuat syiar Islam dan meningkatkan kesejahteraan umat di Kota Sawahlunto,” katanya.
Berdasarkan data Kemenag, saat ini terdapat 282 mushalla di Kota Sawahlunto yang tersebar di berbagai wilayah, terdiri atas 17 mushalla di kawasan perumahan, 25 mushalla di lingkungan perkantoran, 60 mushalla di lingkungan pendidikan, dan 128 mushalla di fasilitas publik.





