INGATLAH.COM – Sebagian besar wilayah di Provinsi Sumatera Barat diprakirakan diselimuti cuaca berawan pada Senin (25/5/2026).
Meski tidak terdapat indikasi cuaca ekstrem, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi perubahan kondisi atmosfer yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
Berdasarkan prakiraan cuaca yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena udara kabur diprediksi terjadi di sejumlah daerah, terutama di Kota Padang, Kota Solok, dan Kota Padang Panjang. Sementara wilayah seperti Sawahlunto, Bukittinggi, Payakumbuh, hingga Pariaman diperkirakan didominasi cuaca berawan sepanjang hari.
BMKG mengimbau masyarakat agar mempersiapkan perlengkapan seperti payung atau jas hujan saat beraktivitas di luar ruangan sebagai langkah antisipasi jika terjadi perubahan cuaca mendadak.
Di Kota Padang, cuaca diprediksi berkondisi udara kabur dengan suhu berkisar 22-27 derajat Celsius dan tingkat kelembapan mencapai 68-91 persen.
Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di Kota Solok dengan suhu udara antara 21-27 derajat Celsius dan kelembapan 62-90 persen.
Sementara itu, Kota Sawahlunto diprediksi mengalami cuaca berawan dengan suhu udara 23–30 derajat Celsius serta kelembapan berada di kisaran 56-91 persen.
Untuk Kota Padang Panjang, udara kabur masih diperkirakan mendominasi.
Suhu udara di wilayah berhawa sejuk tersebut diproyeksikan berada pada rentang 20-25 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi mencapai 68-99 persen.
Adapun Kota Bukittinggi diprediksi mengalami cuaca berawan sepanjang hari dengan suhu 18–24 derajat Celsius dan tingkat kelembapan antara 65–97 persen.
Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di Kota Payakumbuh dengan suhu 21–28 derajat Celsius serta kelembapan 59–91 persen.
Di wilayah pesisir seperti Kota Pariaman, cuaca diperkirakan berawan dengan suhu relatif lebih hangat, yakni berkisar 26–30 derajat Celsius dan kelembapan udara 70–89 persen.
BMKG menegaskan, seluruh prakiraan cuaca tersebut disusun berdasarkan hasil pemodelan teknologi Numerical Weather Prediction (NWP).
Karena itu, kondisi cuaca aktual di lapangan masih dapat berubah mengikuti dinamika atmosfer yang terjadi.
Masyarakat diimbau terus memantau pembaruan informasi cuaca dari BMKG guna mengantisipasi perubahan cuaca mendadak, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun melakukan perjalanan antardaerah di Sumatera Barat.





