Pekanbaru

Riau Optimistis Capai Eliminasi Tuberkulosis pada Tahun 2030

×

Riau Optimistis Capai Eliminasi Tuberkulosis pada Tahun 2030

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau terus memperkuat langkah strategis dalam mendukung target nasional eliminasi tuberkulosis (TBC) pada tahun 2030.

Upaya tersebut dilakukan melalui pendekatan terpadu yang menitikberatkan pada pencegahan, deteksi dini, hingga penguatan layanan pengobatan di fasilitas kesehatan.

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli Syukur, mengatakan bahwa strategi penanganan TBC kini tidak lagi hanya berfokus pada pengobatan pasien, tetapi juga pada pemutusan rantai penularan sejak awal melalui pendekatan preventif.

“Dalam mendukung target nasional eliminasi tuberkulosis tahun 2030, Pemprov Riau telah mengambil berbagai langkah strategis, mulai dari pembentukan tim percepatan penanggulangan TBC, penemuan kasus secara aktif, hingga pelacakan kontak dan deteksi dini pada kelompok berisiko tinggi,” ujar Zulkifli dalam rapat di Ruang Melati, Pekanbaru, Rabu (22/4/2026).

Baca Juga  BNNP Riau Klarifikasi Terkait Lima Tersangka Penyalahguna Narkoba di Pekanbaru Jalani Rehabilitasi

Menurutnya, pembentukan tim percepatan menjadi fondasi penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, sehingga penanganan TBC dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Riau.

Saat ini, kesiapan layanan kesehatan di Riau terus ditingkatkan. Sebanyak 14 rumah sakit dan 15 puskesmas telah menyediakan layanan khusus penanganan TBC resisten obat, yakni kasus TBC dengan tingkat kompleksitas penanganan yang lebih tinggi.

“Ketersediaan layanan ini menunjukkan kesiapan Riau dalam menangani TBC, termasuk kasus resisten obat, yang membutuhkan penanganan lebih intensif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Zulkifli menambahkan, keberhasilan program eliminasi TBC tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif tenaga kesehatan, masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor.

Selain fokus pada TBC, Pemprov Riau juga terus memperkuat pengendalian berbagai penyakit menular lainnya sebagai bagian dari strategi pembangunan kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Salah satunya terlihat dari capaian penanganan malaria yang telah mencapai tingkat tindak lanjut sebesar 97,4 persen.

Baca Juga  Hadapi Persija di Bali, Begini Kata Pelatih PSIM Yogyakarta

Capaian tersebut, kata dia, menjadi indikator bahwa intervensi kesehatan yang dilakukan pemerintah daerah berjalan efektif dan memberikan dampak nyata di lapangan.

Meski demikian, Pemprov Riau menilai upaya pengendalian penyakit menular masih perlu terus diperkuat agar hasil yang telah dicapai dapat dipertahankan sekaligus ditingkatkan di masa mendatang.

“Upaya pengendalian penyakit dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan. Ke depan, penguatan program tetap menjadi prioritas agar target eliminasi TBC dan peningkatan kesehatan masyarakat dapat tercapai secara optimal,” pungkasnya.