BeritaUtama

Gunung Marapi Kembali Erupsi, Lontarkan Abu Setinggi 1.500 Meter

×

Gunung Marapi Kembali Erupsi, Lontarkan Abu Setinggi 1.500 Meter

Sebarkan artikel ini
Gunung Marapi erupsi, Sumatera Barat. (Foto: Istimewa)

INGATLAH – Aktivitas vulkanik Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), kembali meningkat.

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) melaporkan terjadinya erupsi pada Minggu (1/3/2026) siang sekitar pukul 15.11 WIB dengan kolom abu yang membubung tinggi.

Berdasarkan laporan petugas PGA, kolom abu hasil letusan teramati mencapai ketinggian sekitar 1.500 meter di atas puncak. Sebaran material vulkanik tersebut terpantau bergerak menuju arah tenggara.

“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah tenggara,” ungkap petugas PGA Gunung Marapi, Ilhamdi Saputra, dalam keterangan resminya di Kota Padang.

Data dari seismogram menunjukkan bahwa erupsi ini memiliki amplitudo maksimum mencapai 29,8 milimeter. Fenomena alam ini berlangsung dengan durasi kurang lebih 68 detik.

Baca Juga  Satpol PP Padang Gerebek Kafe Langgar Jam Operasional, 14 Wanita Diamankan

Saat ini, gunung api yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL) tersebut masih berada pada Level II (Waspada).

Sehubungan dengan status tersebut, otoritas terkait memberlakukan larangan ketat bagi masyarakat maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas atau Kawah Verbeek.

Peringatan Potensi Lahar Dingin dan Gangguan Pernapasan

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) turut mengeluarkan peringatan mengenai ancaman potensi banjir lahar dingin.

Risiko ini terutama mengintai warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak gunung, khususnya saat terjadi hujan lebat.

Baca Juga  Gunung Marapi Berstatus Waspada, Pendakian Dilarang saat Libur Nataru

Petugas PGA mengingatkan bahwa tumpukan material sisa letusan di puncak dapat terbawa air hujan dan memicu banjir lahar dingin yang mematikan.

Pihak otoritas merujuk pada peristiwa tragis 11 Mei 2024 yang menelan puluhan korban jiwa sebagai pengingat betapa bahayanya ancaman ini jika intensitas hujan tinggi.

Selain ancaman banjir, masyarakat juga diimbau untuk selalu menyiapkan masker penutup hidung dan mulut.

Penggunaan masker sangat penting untuk melindungi saluran pernapasan dari paparan abu vulkanik jika terjadi hujan abu di sekitar pemukiman. (*)