INGATLAH – Akses utama yang menghubungkan Kabupaten Agam dengan Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) lumpuh karena curah hujan yang cukup ekstrem, Selasa (30/12) sore.
Akibar itu menyebabkan banjir setinggi 80 hingga 100 sentimeter merendam ruas jalan nasional di kawasan Muaro Kandang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, akibat luapan Sungai Batang Nanggang.
Kondisi ini mengakibatkan ratusan kendaraan dari kedua arah terjebak dalam kemacetan panjang. Kasat Lantas Polres Agam, AKP Irawady mengonfirmasi bahwa antrean kendaraan di lokasi terdampak telah mencapai jarak yang cukup signifikan.
“Ada sekitar dua kilometer kendaraan terjebak macet di lokasi banjir tersebut,” ujar AKP Irawady.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa arus air yang meluap ke badan jalan sangat deras, sehingga sangat berisiko bagi keselamatan pengguna jalan.
Kendaraan roda dua maupun roda empat dilarang melintas untuk menghindari kemungkinan terseret arus.
“Pengendara roda dua atau empat diminta untuk berhati-hati atau menunda perjalanan sementara waktu sampai banjir berkurang,” imbau Kasat Lantas.
Keluhan Pengguna Jalan Kemacetan ini berdampak langsung pada distribusi.
Soleh, seorang sopir yang hendak menuju Pekanbaru, Riau, mengaku telah tertahan selama lebih dari satu jam di titik banjir tersebut.
“Sudah satu jam lebih saya berada di lokasi ini karena kendaraan tidak bisa menerobos banjir,” ungkapnya.
Ia memilih untuk tetap bertahan di lokasi hingga debit air menyusut dan jalan aman untuk dilalui kembali.
Lokasi Rawan Bencana Secara geografis, ruas jalan di Muaro Kandang, Nagari Salareh Aia Barat, memang menjadi titik langganan banjir setiap kali curah hujan tinggi melanda wilayah Agam.
Kondisi badan jalan yang berada di area rendah, ditambah dengan keterbatasan daya tampung sungai terhadap debit air, menjadi penyebab utama jalur ini kerap terputus. (*)





