INGATLAH – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (Sumbar) melakukan terobosan unik untuk memanjakan penumpangnya selama musim libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Tidak hanya fokus pada ketepatan waktu, KAI kini menyulap fasilitas toilet di Stasiun Padang menjadi area yang estetik, bersih, dan berstandar modern.
Langkah ini diambil untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap fasilitas umum di stasiun. Kini, pengguna jasa kereta api akan disambut dengan desain interior yang kekinian, lengkap dengan mural tematik bertema transportasi serta sistem pencahayaan yang memberikan kesan luas dan higienis.
Pembaruan ini tidak sekadar mengejar aspek fungsional. Penataan ruang yang rapi dan informatif di area toilet diharapkan mampu memberikan ketenangan bagi penumpang, baik yang baru tiba maupun yang sedang menunggu keberangkatan.
KAI juga menjamin ketersediaan air bersih dan perawatan rutin yang ketat untuk menjaga standar kesehatan.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menegaskan bahwa kebersihan fasilitas dasar merupakan kunci dari pelayanan yang humanis.
“Pada masa Nataru, kenyamanan pelanggan menjadi prioritas kami. Kehadiran toilet yang bersih, nyaman, dan estetik di Stasiun Padang diharapkan dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi seluruh penumpang,” kata Reza Shahab.
Renovasi ini juga menjadi bagian dari pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang ditetapkan perusahaan.
KAI ingin membuktikan bahwa transportasi publik dapat tampil modern dan tetap berorientasi pada kepuasan pelanggan di setiap detailnya.
Reza menambahkan, transformasi ini akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Pihaknya ingin Stasiun Padang tidak hanya menjadi tempat transit, tetapi juga menjadi ruang publik yang representatif dan nyaman bagi siapa saja.
KAI juga menitipkan pesan kepada para pengguna jasa untuk menjaga fasilitas baru ini.
Kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan sangat diperlukan agar kenyamanan ini dapat dirasakan secara jangka panjang oleh seluruh masyarakat Sumbar. (*)





