Berita

Rita dan Rika, Dua Guru Selamat dari Longsor Diseberangkan dengan Excavator

×

Rita dan Rika, Dua Guru Selamat dari Longsor Diseberangkan dengan Excavator

Sebarkan artikel ini
Longsor di kelok jariang. (ist/ingatlah)
Longsor di kelok jariang. (ist/ingatlah)

INGATLAH.COM – Dedikasi tak mengenal batas. Itulah yang menggambarkan pengabdian dua guru, Rita Aryuni dan Rika Ramadhani, yang harus berjuang menembus longsor di Kelok Jariang, Nagari Nan Limo, Kecamatan Palupuh, pada Selasa (25/11).

Usai menyelesaikan tugas mengajar, keduanya justru berhadapan dengan situasi mengancam keselamatan.

Cuaca buruk membuat mereka harus segera meninggalkan sekolah. Namun setibanya di lokasi Kelok Jariang, jalan sudah tertutup material longsor.

Upaya mereka menyeberang sempat ditahan aparat Koramil dan Polsek karena kondisi tumpukan material masih labil.

Baca Juga  Ini Dua Penghargaan yang Diraih Kejati Riau di Rakernis Kejaksaan RI 2024

Meski demikian, dengan koordinasi antara aparat dan warga setempat, keduanya akhirnya dipandu menaiki tumpukan longsor.

Di puncak material, operator alat berat membantu menyeberangkan mereka menggunakan kepala excavator.

Berdiri di atas mesin besar dengan jurang di sisi kiri-kanan, Rita dan Rika berhasil menyeberang dengan selamat.

Perjalanan belum selesai. Dari titik longsor, keduanya melanjutkan perjalanan menuju Pasar Palupuh menggunakan jasa ojek.

Namun setibanya di sana, tidak ada lagi angkutan pedesaan yang beroperasi.

Kondisi memaksa dua guru itu memberhentikan mobil pribadi yang melintas.

Baca Juga  Awas Cuaca Buruk! Hujan Lebat dan Petir Diprediksi Guyur Sumatera Barat Hingga Pagi

Beruntung, sang pengemudi bersedia membantu setelah melihat mereka mengenakan seragam PGRI, meski pakaian keduanya kotor penuh lumpur.

“Tidak apa-apa, Buk. Silakan naik,” ujar pemilik mobil itu, sebagaimana ditirukan Rita.

 

 

Perjalanan panjang itu akhirnya berakhir dengan selamat. Rita Aryuni tiba di rumahnya di Gaduik, Tilatang Kamang, sementara Rika Ramadhani pulang ke Pauah Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek.

Keduanya kembali berkumpul dengan keluarga pada sore hari, menutup hari penuh perjuangan yang tak akan mereka lupakan