Utama

Bentrok Pelajar Putri di Bawah Jembatan Air Tiris, Polisi Turun Tangan

×

Bentrok Pelajar Putri di Bawah Jembatan Air Tiris, Polisi Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – Warga Air Tiris, Kabupaten Kampar, Riau, sempat digegerkan dengan aksi perkelahian antar siswi yang terjadi di bawah jembatan Air Tiris.

Aksi tidak terpuji ini melibatkan tiga pelajar perempuan yang seluruhnya masih berstatus di bawah umur.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kampar, AKP Gian Wiatma Jonimandala, dalam keterangannya, Rabu (28/5/2025), menyebut bahwa pihaknya tengah mendalami kasus tersebut dengan memeriksa korban, pelaku, dan sejumlah saksi.

“Benar, kasus ini masih kami tangani. Dua orang sebagai pelaku dan satu orang sebagai korban sedang menjalani proses pemeriksaan,” ujar Gian.

Mengingat ketiga siswi masih tergolong anak-anak, kepolisian memilih menggunakan pendekatan restorative justice atau keadilan restoratif, dengan fokus pada mediasi dan pembinaan.

Baca Juga  Harga TBS Sawit Riau Naik, Tertinggi Capai Rp 3.608,79 per Kg

“Kami sudah menghubungi keluarga dari pihak korban dan pelaku. Harapannya, persoalan ini dapat diselesaikan secara damai melalui pembinaan dan pemulihan hubungan sosial di antara mereka,” jelasnya.

Berdasarkan penyelidikan awal, perkelahian tersebut diduga bermula dari tantangan yang dilontarkan salah satu siswi kepada temannya.

Tantangan itu kemudian disambut, hingga berujung pada perkelahian fisik yang sempat direkam dan tersebar di media sosial.

“Motifnya karena kesalahpahaman. Salah satu siswi menantang, dan ditanggapi secara emosional oleh pihak lain, hingga terjadi bentrok. Ini tentu sangat kami sayangkan karena mereka masih usia sekolah,” ungkap Gian.

Baca Juga  Gunung Marapi Erupsi, Kolom Abu Capai 1.600 Meter, Warga Diminta Waspada

Menanggapi kejadian ini, polisi mengimbau para orang tua dan pihak sekolah untuk lebih aktif dalam mengawasi pergaulan dan aktivitas anak-anak di luar jam pelajaran.

“Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama. Anak-anak perlu bimbingan untuk menyelesaikan konflik secara damai, bukan dengan kekerasan,” tegas Kasat Reskrim.

Saat ini, pihak kepolisian masih memproses langkah-langkah penyelesaian melalui pendekatan kekeluargaan.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi dan perhatian dari orang-orang dewasa di sekitar anak.(*)