Berita

DJKI Dorong Perlindungan KI di Tanah Datar, Songket Pandai Sikek Siap Mendunia

×

DJKI Dorong Perlindungan KI di Tanah Datar, Songket Pandai Sikek Siap Mendunia

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM—  Untuk memperkuat perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) di daerah, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM RI melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tanah Datar.

Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Dirjen KI, Razilu, didampingi Direktur Merek dan Indikasi Geografis, Hermansyah Siregar, serta Direktur Kerja Sama, Pemberdayaan dan Edukasi KI, Yasmon.

Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE, MM di Gedung Indojolito, Batusangkar.

Turut hadir pula jajaran Forkopimda, Asisten Ekobang Alfian Jamrah, Kepala OPD, Camat X Koto, Wali Nagari Pandai Sikek, serta perwakilan masyarakat peduli Indikasi Geografis Songket Pandai Sikek.

Dalam sambutannya, Razilu menegaskan pentingnya kesadaran pelaku usaha terhadap perlindungan Hak Kekayaan Intelektual, terutama dalam mendorong promosi dan meningkatkan daya saing produk lokal.

Baca Juga  Riski Afrisal Mau Tutup Akhir Tahun Dengan Manis

“Kekayaan intelektual adalah aset penting. Pemerintah daerah harus segera melindungi produk lokal melalui skema Merek Kolektif. Salah satunya adalah Songket Pandai Sikek yang telah memiliki logo KI dan siap mendunia,” ujar Razilu.

Ia juga menekankan bahwa perlindungan merek sangat penting bagi pelaku UMKM untuk bertahan di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

“Perlindungan hukum atas merek tak hanya menjaga hak ekonomi, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan produk lokal. Songket Pandai Sikek adalah warisan berharga dan akan segera dipromosikan dalam pameran internasional di Jenewa, Swiss,” tambahnya.

Untuk memperkuat kolaborasi, DJKI juga mendorong adanya penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kanwil Kemenkumham Sumbar dan Pemkab Tanah Datar dalam penguatan sistem KI daerah.

Baca Juga  18 Pejabat Tinggi Pratama Pasaman Barat Ikuti Asesmen Kompetensi

Sementara itu, Bupati Eka Putra mengapresiasi kunjungan Dirjen KI ke Tanah Datar dan menyampaikan harapannya terhadap kemajuan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di daerahnya.

“Kehadiran Dirjen KI membawa angin segar bagi UMKM kami. Banyak masukan berharga yang kami terima, terutama dalam mengembangkan produk unggulan seperti Songket Pandai Sikek,” ujar Eka.

Ia juga menyoroti bahwa Songket Pandai Sikek bukan hanya kebanggaan lokal, tetapi juga telah diabadikan dalam uang kertas Rp5.000 edisi 2001 sebagai simbol budaya Minangkabau.

“Tanah Datar sebagai Luhak Nan Tuo adalah pusat budaya Minangkabau. Warisan ini harus kita lestarikan dan jadikan sumber kemakmuran,” tutup Eka Putra. (*)