Berita

Pemko Pekanbaru Aktifkan 11 Hektar Lahan Tidur untuk Tanam Jagung dan Pohon, Begini Kata Kapolda Riau

×

Pemko Pekanbaru Aktifkan 11 Hektar Lahan Tidur untuk Tanam Jagung dan Pohon, Begini Kata Kapolda Riau

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU – Semangat melestarikan lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan kembali digaungkan di Bumi Lancang Kuning.

Kali ini, sinyal perubahan datang dari Komplek Perkantoran Wali Kota Pekanbaru, Tenayan Raya, di mana ribuan bibit jagung pipil dan pohon ditanam sebagai bentuk komitmen nyata menjaga alam dan menata masa depan pangan Riau.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Gubernur Riau Abdul Wahid, dan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho.

Kehadiran para pimpinan ini menjadi sinyal kuat bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk membangun Riau yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Kapolda Herry menegaskan pentingnya menjaga marwah Riau yang ia sebut sebagai harga diri sekaligus warisan berharga untuk anak cucu di masa depan.

“Marwah adalah harga diri. Mari kita lindungi tuah dan jaga marwah Riau ini. Kita hijaukan kembali Bumi Lancang Kuning demi anak cucu kita,” serunya penuh semangat.

Irjen Herry juga memperkenalkan kembali konsep Green Police sebuah gerakan kolaboratif antara Polri dan seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan perilaku hijau sebagai kebiasaan sehari-hari.

Baca Juga  Mahasiswa UNP Ikuti Cybercrime dan Strategi Keamanan Digital Bersama Norton dan J-Bros Padang

“Green Police bukan sekadar slogan. Ini adalah green habit, kebiasaan hijau yang harus menjadi budaya kita bersama,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa kegiatan menanam bukan sekadar seremoni, tetapi langkah konkret membangun peradaban baru yang ramah lingkungan dan berpihak pada bumi.

“Apa yang kita tanam hari ini akan tumbuh dan menjadi harapan bagi hati anak cucu kita. Bahkan membuka lapangan pekerjaan yang bersahabat dengan alam,” ujar Kapolda.

Melihat potensi kemarau panjang dan ancaman karhutla, ia juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan sinergi antarinstansi.

“Kita akan cek kesiapan personel dan peralatan. Jangan ragu menanam pohon demi bumi dan masa depan yang aman,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menjelaskan bahwa 15 ribu pohon telah ditanam di atas lahan seluas 11 hektar dari total 45 hektar yang telah dimanfaatkan.

Ia menyebut, dari total 300 hektar lahan yang tersedia di kawasan tersebut, sebagian besar masih belum dimanfaatkan secara produktif.

“Daripada lahan ini tertidur, lebih baik dimanfaatkan untuk hal produktif yang membawa manfaat bagi masyarakat,” kata Agung.

Baca Juga  Riau Masuki Bulan Kritis Penanganan Karhutla, Kapolda Riau: Tak Ada Ampun Bagi Pembakar Lahan

Ia juga menegaskan pentingnya swasembada pangan untuk kemandirian daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita harus memproduksi apa yang kita konsumsi, dan mengonsumsi apa yang kita produksi,” ujarnya.

Program pengembangan lahan ini turut didukung oleh PT SIR melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR), yang sepenuhnya dikelola oleh kelompok tani setempat.

Agung juga mendorong generasi muda, termasuk Gen Z, untuk kembali mencintai dunia pertanian. Selain itu, ia mengajak ASN dan masyarakat menanam tanaman produktif di pekarangan rumah masing-masing.

“Kita ingin gerakan ini menjadi milik semua, dari petani hingga PNS, dari anak muda hingga tokoh masyarakat,” tambahnya.

Tak hanya itu, Agung juga mengumumkan bahwa lahan pembangunan Jembatan Siak Lima telah bebas dan siap digarap sebagai bagian dari penguatan konektivitas di Pekanbaru.

“Kita juga terus benahi kota. Zona hijau kini terus bertambah, dan tiang-tiang billboard tanpa izin sudah kami bersihkan. Pekanbaru sedang menuju wajah baru yang lebih ramah lingkungan,” tegasnya.(*)