Utama

Begini Kronologi Video Dugem dan Narkoba di Rutan Sialang Bungkuk

×

Begini Kronologi Video Dugem dan Narkoba di Rutan Sialang Bungkuk

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU – Jagat maya digegerkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan sejumlah tahanan di Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru, tengah berpesta miras dan dugem ala narapidana.

Menanggapi hal ini, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Riau, Maizar, langsung turun tangan melakukan pengecekan ke lokasi.

Dalam keterangannya kepada detikSumut, Rabu (16/4/2025), Maizar membenarkan bahwa video tersebut direkam langsung oleh salah satu tahanan pada Senin malam (14/4) sekitar pukul 22.00 WIB.

“Video direkam Senin jam 10 malam. Iya, diduga ada pesta miras dan narkoba. Tapi semuanya masih dalam proses penyelidikan. Kalau terbukti, tentu akan ada sanksi hukum yang berat,” tegas Maizar.

Baca Juga  Presiden Jokowi Legalkan Aborsi di Indonesia, Ini Syaratnya

Lebih mengejutkan lagi, video tersebut pertama kali diposting oleh tahanan di status WhatsApp pribadinya.

Dari situlah rekaman layar video menyebar ke media sosial dan menjadi viral.

“Benar, video itu dibuat oleh narapidana sendiri dan diunggah ke status WA. Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan intensif,” jelasnya.

Maizar mengakui bahwa pihak Rutan sudah berupaya keras untuk mencegah penyelundupan handphone dan barang terlarang lainnya. Namun, para tahanan kerap menggunakan berbagai cara untuk mengelabui petugas.

“Para napi ini punya banyak cara untuk menyelundupkan. Karena itu saya perintahkan untuk segera lakukan penggeledahan besar-besaran, amankan HP, dan telusuri dari mana barang-barang itu bisa masuk,” ujarnya tegas.

Baca Juga  Wamen ESDM Pastikan Listrik Sumatera Aman Jelang Tahun Baru 2025

Pihaknya juga mendalami kemungkinan keterlibatan oknum petugas jaga malam saat peristiwa itu terjadi. Pemeriksaan terhadap para petugas terus dilakukan untuk memastikan tidak ada permainan di balik insiden memalukan tersebut.

“Pemeriksaan masih berlanjut, terutama terhadap petugas yang berjaga malam itu. Kami akan tindak tegas siapa pun yang terlibat,” tutup Maizar.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi sistem pengawasan di lembaga pemasyarakatan dan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan Rutan di wilayah Riau.(thohir)