INGATLAH.COM – Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Provinsi Riau, melalui Dede Firmansyah, menilai bahwa kemudahan akses ke Desa Koto Mesjid melalui Tol Pekanbaru – Bangkinang membuka peluang besar untuk menjadikan Kampung Patin sebagai destinasi wisata harian berbasis kuliner dan budaya.
Desa yang dikenal sebagai sentra produksi ikan patin ini dianggap memiliki nilai tinggi dengan atraksi lokal yang khas dan unik.
“Kampung Patin bernilai tinggi dan memiliki daya tarik yang khas. Dengan segala potensinya, desa ini layak menjadi destinasi wisata harian berbasis kuliner dan budaya,” ujar Dede.
Ia menjelaskan, hadirnya Tol Riau – Sumbar ruas Pekanbaru–XIII Koto Kampar semakin memudahkan wisatawan untuk mengunjungi Desa Koto Mesjid.
Infrastruktur yang memadai menjadi salah satu faktor pendukung utama bagi pengembangan desa ini.
“Dengan akses yang mudah, orang-orang dapat mengunjungi desa ini tanpa terkendala waktu. Kampung Patin berpotensi menjadi tujuan utama wisata singkat di Riau,” tambahnya.
ASITA Riau kini tengah menyiapkan paket wisata untuk mempromosikan potensi Kampung Patin.
Paket ini tidak hanya mengajak wisatawan menikmati olahan ikan patin yang beragam, tetapi juga mengenalkan pengalaman budaya desa tersebut.
“Kami sedang merancang perjalanan yang memungkinkan wisatawan menikmati keunikan produk olahan ikan patin. Selain itu, kami juga membantu pemasaran dan membangun cerita budaya yang menarik bagi wisatawan,” kata Dede.
Salah seorang wisatawan, Riki, menyampaikan bahwa perjalanan menuju Kampung Patin kini jauh lebih singkat berkat keberadaan tol.
“Dari Pekanbaru ke Desa Koto Mesjid hanya membutuhkan waktu satu setengah jam. Dulu, perjalanan ini memakan waktu lebih lama,” ungkapnya.
Meski demikian, pemerintah tetap diharapkan mendukung pengembangan Kampung Patin dengan menghadirkan kegiatan rutin untuk menarik lebih banyak pengunjung.
Dede mengusulkan penyelenggaraan event mingguan agar wisatawan tidak hanya datang untuk membeli produk, tetapi juga menikmati suasana dan atraksi khas desa tersebut.
“Kegiatan mingguan bisa menjadi daya tarik tambahan. Ini peluang besar untuk mengembangkan wisata berbasis kuliner lokal yang unik dan bernilai tinggi,” tutupnya.
Kampung Patin, dengan keunggulan produk ikan patin dan budaya lokalnya, kini siap menjadi destinasi wisata unggulan di Riau.(thohir)





