INGATLAH.COM – Gempa yang mengguncang Kota Padang pada Minggu (14/9/2025) malam dipastikan terjadi di wilayah dekat patahan Selat Mentawai.
Hal ini disampaikan oleh peneliti dari Patahan Sumatera Institute, Ade Rahadian.
“Gempa kali ini merupakan jenis gempa subduksi. Getarannya terasa keras karena dangkal dan dekat dengan permukiman, posisinya di sekitar patahan Selat Mentawai,” kata Ade, Senin (15/9/2025).
Ia menjelaskan, wilayah pesisir barat Sumatera dikelilingi zona megathrust, salah satunya di Kepulauan Mentawai.
Zona ini adalah pertemuan dua lempeng tektonik besar yang saling menunjam dan berpotensi memicu gempa besar.
Sejarah mencatat, zona megathrust Sumatera sudah empat kali melepaskan energi besar: gempa 9,2 SR di Andaman, 8,7 SR di Nias, 8,5 SR di Siberut, dan 8,7 SR di Sumatera Selatan.
“Setiap gempa adalah proses pelepasan energi. Di zona megathrust Sumatera, energi terakumulasi dari pergerakan lempeng tektonik, dan bila dilepaskan bisa menghasilkan gempa yang signifikan,” jelas Ade.
Masyarakat diimbau tetap waspada, memeriksa keamanan bangunan, dan mengikuti arahan resmi dari BMKG.





