INGATLAH.COM – Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, Risnandar Mahiwa, ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sebuah Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Senin (2/12/2024).
Penangkapan ini terjadi di Pekanbaru, Riau, dan diduga turut melibatkan beberapa pihak lainnya.
Risnandar, yang baru menjabat selama enam bulan itu dilantik pada 22 Mei 2024 oleh Pj Gubernur Riau SF Hariyanto.
Sebelumnya, ia dikenal sebagai Direktur Organisasi Kemasyarakatan di Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Sebagai Pj Wali Kota, Risnandar awalnya menunjukkan semangat sinergi.
Ia menggelar berbagai kegiatan, termasuk silaturahmi dengan lima bakal pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru pada September 2024.
Dalam pertemuan itu, Risnandar menyerukan pentingnya menjaga kondusivitas Pilkada agar berjalan lancar, jujur, dan adil.
Namun, momentum positif tersebut kini ternoda dengan keterlibatannya dalam OTT KPK.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Risnandar menjalani sejumlah agenda di Gedung Utama Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru, Tenayan Raya, pada hari penangkapannya.
Ia sempat memimpin upacara Peringatan Hari Korpri, memimpin rapat evaluasi kinerja PDAM Tirta Siak, dan menghadiri beberapa agenda lain sebelum akhirnya ditangkap.
Risnandar tidak kembali ke kediaman dinasnya di Jalan Ahmad Yani sebelum operasi tangkap tangan berlangsung.
Track Record Risnandar Mahiwa
Pria bernama lemgkap Risnandar Mahiwa, S.STP., M.Si., memiliki rekam jejak panjang di Kemendagri, di antaranya:
- Direktur Organisasi Kemasyarakatan Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum.
- Plt Direktur Organisasi Kemasyarakatan (2021-2022).
- Kepala Bagian Perencanaan dan Anggaran di Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum
Pengalaman ini sebelumnya menjadi dasar kepercayaan atas kemampuannya memimpin Kota Pekanbaru.
Perjalanan Karier yang Terhenti
Penangkapan Risnandar Mahiwa menjadi pukulan berat bagi pemerintah daerah dan masyarakat Pekanbaru.
Kepercayaan publik atas komitmen bersih dan transparan yang sempat ia gaungkan kini dipertanyakan.
KPK diharapkan segera memberikan keterangan resmi mengenai OTT ini, termasuk dugaan korupsi yang melibatkan Risnandar dan pihak lain yang ikut diamankan.(*)





