Gaya Hidup

Apa Itu Istilah ‘Jam Koma’ dari Gen Z? Begini Cara Menghindarinya

×

Apa Itu Istilah ‘Jam Koma’ dari Gen Z? Begini Cara Menghindarinya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kelelahan. (Foto: Istimewa)

INGATLAH.COM – Belakangan ini, istilah “jam koma” menjadi perbincangan hangat, khususnya di kalangan Gen Z.

Kondisi ini menggambarkan rasa lelah yang begitu mendalam sehingga seseorang sulit berkonsentrasi atau melakukan aktivitas dengan normal, meski tidak sedang tertidur.

Fenomena ini biasanya disebabkan oleh kelelahan mental dan fisik yang dipicu oleh pola hidup tidak sehat, seperti kurang tidur, stres berlebihan, dan penggunaan media sosial secara berlebihan.

Namun, penting untuk diingat bahwa jam koma tidak terbatas hanya pada Gen Z. Banyak kelompok usia lain juga dapat mengalaminya.

Meskipun Gen Z sering dikaitkan dengan fenomena ini, psikolog Rosdiana Setyaningrum menjelaskan bahwa siapa pun bisa mengalami jam koma.

Menurutnya, peningkatan perhatian terhadap fenomena ini terjadi karena Gen Z lebih aktif membagikan pengalaman mereka di media sosial, yang membuat jam koma tampak sebagai tren baru.

Overthinking dan Media Sosial: Akar Masalah

Penyebab utama dari jam koma adalah overthinking. Pikiran yang dipenuhi kecemasan berlebihan membuat tubuh kesulitan mendapatkan istirahat yang cukup.

Baca Juga  Promo SELMA, Diskon Besar dan Penawaran Menarik untuk Rumah Idaman

Rosdiana mengungkapkan bahwa ketidakseimbangan antara otak kiri yang terlalu aktif dan otak kanan yang kurang berkembang sering terjadi pada Gen Z.

“Banyak dari mereka yang overthinking, otak kiri terlalu aktif, sementara otak kanan kurang berkembang. Ini menyebabkan regulasi emosi yang buruk, salah satu pemicu utama jam koma,” kata Rosdiana kepada detikcom (23/10/2024).

Selain itu, penggunaan media sosial secara berlebihan memperburuk kondisi ini, karena mengurangi waktu istirahat yang diperlukan untuk memulihkan energi.

Pentingnya Tidur Berkualitas

Tidur yang tidak cukup atau tidak berkualitas juga menjadi faktor yang signifikan. Rosdiana menambahkan bahwa tidur yang lama tidak selalu berarti tubuh mendapatkan istirahat yang baik, terutama jika pola tidur terganggu, seperti tidur pagi dan bangun siang, yang merusak ritme alami tubuh.

Kurang Hidrasi Memperburuk Kondisi

Kekurangan cairan dalam tubuh juga berperan dalam memperparah jam koma. Ketika tubuh tidak terhidrasi dengan baik, seseorang akan lebih cepat merasa lelah dan kehilangan fokus.

Baca Juga  Gunung Argopuro, Gunung dengan Jalur Pendakian Terpanjang di Jawa

Psikolog Veronica menekankan pentingnya menjaga asupan cairan untuk menghindari kelelahan dan burnout.

“Kita perlu minum cukup air untuk menjaga fokus dan mencegah burnout,” jelas Veronica.

Jam Koma Harus Diwaspadai

Rosdiana mengingatkan bahwa kondisi jam koma tidak boleh dianggap remeh. Kelelahan yang terus-menerus tanpa penanganan dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius.

Hal yang wajar, jam koma tidak seharusnya dianggap normal. Pola hidup yang tidak sehat menjadi pemicu utama fenomena ini.

Oleh karena itu, penting untuk memperbaiki pola hidup, pola makan, serta memastikan waktu istirahat yang cukup agar fenomena jam koma ini bisa dihindari.

Dengan menjaga pola hidup sehat dan memperhatikan kebutuhan dasar tubuh, baik dalam hal istirahat maupun hidrasi, kita bisa menghindari dampak buruk dari fenomena ini dan menjaga produktivitas tetap optimal. (*)