INGATLAH.COM – Sebuah jenis baru virus mpox yang lebih mematikan, yang pertama kali dilaporkan di Republik Demokratik Kongo pada September 2023, kini mulai menyebar ke negara-negara di Asia Tenggara. Thailand, Filipina, dan Malaysia telah melaporkan kasus infeksi tersebut.
Mpox, yang dikenal juga sebagai cacar monyet, telah dikategorikan sebagai PHEIC (Public Health Emergency of International Concern), atau Darurat Kesehatan Global, oleh WHO. WHO menjelaskan bahwa virus mpox utamanya disebabkan oleh dua klade: klade II yang lebih ringan, dan klade I yang lebih mematikan serta lebih menular.
Selama wabah mpox global pada 2022, lonjakan infeksi disebabkan oleh klade II, namun belakangan ini kasus klade I yang lebih mematikan mulai meningkat, membuat virus ini semakin berbahaya.
Langkah Pencegahan Saat Bepergian
Bagi Anda yang berencana bepergian ke luar kota atau luar negeri, berikut adalah beberapa langkah pencegahan yang dapat diambil, dilansir dari Straits Times:
1. Pantau Informasi Terbaru dari Sumber Terpercaya
Selalu ikuti perkembangan kasus dan pedoman terkini dari sumber resmi seperti WHO atau Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Dr. Lock Jing Zhan, seorang dokter umum di Singapura, menjelaskan bahwa pengetahuan tentang mpox masih terbatas dan kebanyakan berasal dari studi kasus di negara lain.
“Mengandalkan sumber terpercaya penting bagi masyarakat dan praktisi kesehatan untuk memahami lebih jauh tentang virus ini. Konsultasi dengan dokter keluarga juga bisa menjadi pilihan jika terdapat pembaruan dari Kemenkes atau WHO,” jelas Dr. Lock.
2. Jaga Kebersihan Secara Ketat
Pastikan untuk selalu mencuci tangan menggunakan sabun dan air, terutama setelah menyentuh benda-benda di ruang publik.
Jika air sulit diakses, gunakan pembersih tangan berbasis alkohol dengan kandungan minimal 60 persen. Sabun kertas juga bisa menjadi alternatif praktis saat bepergian.
Virus mpox menular terutama melalui kontak fisik langsung atau berkepanjangan, seperti kontak seksual, kontak dengan lesi kulit, cairan tubuh, atau droplet pernapasan dari orang yang terinfeksi.
Wisatawan disarankan untuk membawa masker, pembersih tangan, dan tisu selama perjalanan, serta menghindari menyentuh wajah dengan tangan.
“Jika perlu menyentuh wajah, gunakan jari kelingking Anda, bukan seluruh tangan, untuk menghindari kontaminasi,” tambah seorang dokter.
3. Hindari Aktivitas Berisiko Tinggi
Mpox juga dapat menyebar melalui kontak fisik intim. Dr. Steffy, dokter umum di Raffles Medical Singapura, menyarankan untuk menghindari aktivitas seksual berisiko tinggi, seperti seks bebas atau seks dengan banyak pasangan.
“Ini adalah salah satu faktor risiko terbesar dalam penyebaran mpox,” ungkapnya.
Selain itu, mpox juga bisa menyebar melalui permukaan yang terkontaminasi seperti furnitur, peralatan makan, atau barang pribadi lainnya.
4. Jangan Konsumsi Daging Hewan Liar
Sebagai penyakit zoonosis, mpox dapat menyebar dari hewan ke manusia. Virus ini dapat menular melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau lesi hewan yang terinfeksi.
Oleh karena itu, saat bepergian, hindari mengonsumsi daging hewan liar atau daging yang tidak dimasak dengan baik.
Memasak makanan dengan benar pada suhu tinggi akan membunuh bakteri dan virus yang mungkin ada.
5. Periksa Kesehatan Secara Rutin
Gejala mpox meliputi demam, ruam kulit, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit kepala, nyeri otot, nyeri punggung, dan rasa lemas.
Namun, membedakan mpox dengan infeksi lain seperti cacar air atau penyakit tangan, kaki, dan mulut bisa menjadi tantangan, bahkan bagi dokter.
“Morfologi ruam pada beberapa infeksi sangat mirip, jadi riwayat perjalanan pasien menjadi salah satu aspek penting dalam diagnosis,” kata Dr. Lock. (*)





