Berita

Melania Trump Ungkap Pandangan Berbeda soal Aborsi dari Suaminya

×

Melania Trump Ungkap Pandangan Berbeda soal Aborsi dari Suaminya

Sebarkan artikel ini
Mantan Presiden AS Donald Trump dan istri Melania Trump. (Foto: Istimewa)

INGATLAH.COM – Melania Trump, istri dari mantan Presiden AS Donald Trump, menunjukkan sikap tegas soal aborsi yang berbeda dari suaminya.

Ia menyatakan bahwa tidak ada ruang untuk kompromi terkait hak perempuan dalam memilih aborsi. Sikap Melania ini menjadi sorotan karena jauh berbeda dengan pendirian Trump yang lebih abu-abu.

“Bagi saya, kebebasan individu itu sangat penting. Hak yang dimiliki setiap perempuan sejak lahir, yaitu kebebasan untuk menentukan pilihan terhadap tubuhnya sendiri, tidak bisa dikompromikan,” kata Melania dalam sebuah video yang diunggah di media sosial, dilansir Al Jazeera pada Kamis (3/10/2024).

Video itu sepertinya menjadi bagian dari promosi memoar terbarunya berjudul Melania, yang akan diluncurkan minggu depan.

Melania memang dikenal jarang menyuarakan pendapat politiknya secara terbuka, apalagi dalam isu-isu hangat seperti pemilu 2024.

Sebelumnya, pada Rabu (2/10/2024), The Guardian mempublikasikan beberapa kutipan dari buku memoarnya.

Dalam salah satu bagian, Melania menulis, “Setiap perempuan punya hak mendasar untuk kebebasan atas hidupnya, termasuk mengambil keputusan untuk menghentikan kehamilan jika diinginkan.”

Ia bahkan mendukung aborsi pada trimester akhir jika itu diperlukan karena alasan kesehatan atau untuk menyelamatkan nyawa ibu.

Baca Juga  Kebakaran Gudang Arsip PLN di Padang Berhasil Dipadamkan

Donald Trump sendiri, yang dulu pernah mengampanyekan penghapusan hak konstitusional untuk aborsi, sempat mengklaim peran pentingnya dalam menggulingkan keputusan Mahkamah Agung Roe v Wade.

Putusan Roe v Wade merupakan tonggak penting yang menjamin kebebasan perempuan untuk melakukan aborsi di Amerika.

Namun, Trump (78) yang sering berubah-ubah soal aborsi, kini menyerahkan keputusan itu kepada negara bagian masing-masing.

“Menurut saya, saat ini aborsi sudah diputuskan di tingkat negara bagian. Mereka akan memilih atau membuat aturan sendiri, dan keputusan itulah yang harus jadi hukum di negara mereka,” kata Trump pada April 2024.

Pada Juni 2022, Trump mendapat pujian karena menunjuk tiga hakim Mahkamah Agung yang akhirnya menggulingkan Roe v Wade, mengakhiri lebih dari 50 tahun perlindungan aborsi di level federal.

Namun, komentar Melania soal aborsi bisa memicu perpecahan lebih jauh di Partai Republik, yang sudah banyak berbeda pandangan tentang sikap Trump yang tak jelas.

Misalnya, pada Maret lalu, Trump menyatakan kemungkinan mendukung larangan aborsi nasional, meski kemudian meralat pernyataannya pada April.

Langkah mundur Trump itu memicu reaksi keras dari kelompok konservatif, termasuk mantan Wakil Presiden Mike Pence, yang merasa dikhianati oleh Trump karena tidak mendukung larangan aborsi secara nasional.

Baca Juga  Iran Tetap Lolos ke Piala Dunia 2026 Meski Terkena Travel Ban Donald Trump

Pada Juni 2024, di bawah kepemimpinan Trump, Partai Republik juga mengeluarkan dokumen yang tidak secara tegas mendukung larangan aborsi nasional.

Ini memicu protes di antara beberapa anggotanya yang khawatir komitmen partai untuk membatasi aborsi semakin melemah.

Para pengamat politik sudah lama menganggap aborsi sebagai isu yang menguntungkan bagi Partai Demokrat, yang kebanyakan mendukung akses lebih luas terhadap layanan kesehatan reproduksi.

Kemarahan publik terhadap penghapusan Roe v Wade diyakini menjadi faktor kemenangan Demokrat dalam pemilu sela 2022.

Menurut Pew Research Center, sebagian besar warga Amerika, sekitar enam dari 10, mendukung legalisasi aborsi.

Di pemilu tahun ini, Trump berusaha menarik hati pemilih perempuan, tetapi para analis menganggap Trump meremehkan dampak aborsi sebagai isu pemilu.

Sementara itu, calon wakil presidennya, JD Vance, mencoba mengambil posisi moderat dalam isu ini, meski ia sebelumnya menyatakan dukungan untuk melarang aborsi secara nasional.

Di sisi lain, Trump tetap menegaskan bahwa ia tidak akan mendukung larangan aborsi nasional, seperti yang ditulisnya di media sosial Truth Social miliknya. (*)