INGATLAH.COM – Gelandang Garudayaksa FC, Septian David Maulana, membagikan cerita menarik tentang perjalanan karier, kehidupan pribadi, hingga kebiasaannya di luar lapangan hijau.
Kisah tersebut diungkapkan dalam sesi bincang-bincang yang diunggah melalui kanal YouTube resmi Garudayaksa Official.
Salah satu hal menarik adalah nomor punggung 29 yang dikenakannya.
Septian mengungkapkan, nomor tersebut dipilih karena sesuai dengan tanggal lahirnya, yakni 29 September.
“Dulu sebenarnya nomor saya 9. Cuma, karena mungkin nomor 9 itu mayoritas dipakai striker atau pemain asing, akhirnya saya ganti nomor 29,” ujar Septian.
Ia juga mengenang keberhasilannya meraih penghargaan pemain terbaik di ajang Piala Pelajar Asia.
Prestasi tersebut menjadi motivasi penting dalam perjalanan kariernya hingga berambisi menembus Tim Nasional Indonesia sejak usia muda.
Di luar sepak bola, Septian memiliki hobi mengoleksi sepatu bola dan bertukar jersey dengan pemain klub lain, termasuk Persija Jakarta, Persik Kediri, dan Persib Bandung.
Ia juga mengenang pemain tangguh yang pernah dihadapinya, seperti Dominggus Fakdawer saat membela Persipura Jayapura dan Nick Kuipers ketika berseragam Persib Bandung.
Menjelang pertandingan, Septian mengaku tidak memiliki ritual khusus.
Ia lebih mengutamakan doa serta menghubungi orang tua, istri, dan anak untuk meminta restu sebelum bertanding.
Septian juga mengungkapkan kecintaannya terhadap Kota Semarang.
Lawang Sewu menjadi salah satu destinasi wisata favoritnya, sedangkan lumpia, wingko babat, gado-gado, hingga menu rumahan seperti sayur asem, ayam goreng, pete, dan sambal termasuk makanan yang disukainya.
Cerita tersebut memperlihatkan sisi lain Septian David Maulana sebagai pesepak bola profesional yang tetap dekat dengan keluarga, gemar mengoleksi atribut sepak bola, dan memiliki kecintaan terhadap kuliner serta kampung halaman.





