INGATLAH.COM – Penerimaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) Provinsi Riau mengalami peningkatan hingga September 2026.
Realisasinya telah mencapai Rp1,121 triliun atau tumbuh Rp187,2 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Rekonsiliasi Data PBBKB Triwulan II dan III serta Sosialisasi Aplikasi e-PBBKB di Ruang Melati Kantor Gubernur Riau, Kamis (8/10/2026).
Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto mengatakan, realisasi tersebut meningkat 20,04 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan turut dipengaruhi bertambahnya jumlah Wajib Pungut (Wapu) dari 19 instansi pada 2025 menjadi 26 Wapu pada 2026.
“Pertumbuhan ini juga didorong oleh bertambahnya jumlah Wajib Pungut dari 19 Wapu pada tahun 2025 menjadi 26 Wapu pada tahun 2026,” kata SF Hariyanto, Kamis (8/10/2026).
Dari total penerimaan tersebut, kontribusi terbesar berasal dari pemungutan melalui PT Pertamina Patra Niaga.
BUMN tersebut mencatatkan pemungutan sebesar Rp900,96 miliar atau 80,33 persen dari total penerimaan PBBKB Riau.
“Ini tentu perkembangan yang baik dan saya menyampaikan terima kasih atas kerja sama Bapak/Ibu. Ini menunjukkan kontribusi Pertamina Patra Niaga sangat besar,” ujar SF Hariyanto.
Pemprov Riau memproyeksikan penerimaan PBBKB hingga akhir 2026 dapat mencapai Rp1,510 triliun.
Untuk mengejar target tersebut, pengawasan dan optimalisasi pemungutan dari seluruh Wajib Pungut akan terus dilakukan hingga Desember.
Pemprov Riau juga mengimbau seluruh Wajib Pungut menyetorkan kewajiban pajak sesuai volume aktivitas transaksi penjualan bahan bakar kendaraan di lapangan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hak daerah dapat diterima secara optimal tanpa membebani dunia usaha.
“Kita masih punya waktu sampai akhir tahun. Saya berharap ruang yang masih ada itu dapat kita optimalkan bersama,” kata SF Hariyanto
“Bukan dengan membebani dunia usaha, tetapi dengan memastikan apa yang memang menjadi hak daerah dapat kita terima sesuai aktivitas yang sebenarnya,” ungkapnya.





