INGATLAH.COM – Muhammad Nurzein (56), korban banjir bandang atau galodo yang menerjang kawasan kompleks Kantor Bupati Solok di Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, kini menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. M. Djamil Padang.
Nurzein sebelumnya mendapat pertolongan di Semen Padang Hospital. Karena mengalami luka cukup berat, ia kemudian dirujuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Dr. M. Djamil Padang pada Selasa (22/9) sekitar pukul 08.30 WIB.
Berdasarkan pemeriksaan tim medis, Nurzein mengalami multiple trauma, yakni kondisi ketika seseorang mengalami cedera berat pada sejumlah bagian tubuh akibat benturan atau trauma.
Sejumlah cedera yang dialami Nurzein antara lain trauma pada bagian dada dan perut atau toraks-abdomen.
Ia juga mengalami patah tulang terbuka pada tumit kaki kanan atau open fracture calcaneus dextra.
Kondisinya sempat kritis karena mengalami syok hipovolemik, yakni keadaan darurat yang terjadi ketika tubuh kehilangan darah atau cairan dalam jumlah besar sehingga sirkulasi darah terganggu.
Wakil Kepala Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan RS M. Djamil Padang, Rizki Rasyidi, membenarkan adanya pasien rujukan korban galodo tersebut.
Menurut Rizki, kondisi syok hipovolemik yang dialami Nurzein telah mengalami perbaikan setelah mendapatkan penanganan medis.
“Kondisi syok hipovolemik yang sempat dialami pasien saat ini telah mengalami perbaikan,” kata Rizki saat dikonfirmasi, Selasa (22/9).
Meski kondisi awalnya mulai membaik, Nurzein masih membutuhkan pemantauan ketat karena mengalami sejumlah cedera serius secara bersamaan.
Tim medis melakukan penanganan secara terpadu dengan memprioritaskan cedera atau kondisi yang paling membutuhkan tindakan segera.
“Penanganan pasien dengan multiple trauma dilakukan secara menyeluruh dengan memprioritaskan organ atau kondisi yang membutuhkan pertolongan paling mendesak. Tim medis terus memantau tanda-tanda vital serta melakukan evaluasi ketat terhadap setiap perkembangan cedera,” ujarnya.
RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan di Sumatera Barat juga menyiagakan tim medis untuk menangani korban bencana tersebut.
Pemantauan terhadap kondisi Nurzein dilakukan secara berkelanjutan. Tim dokter akan melihat respons tubuh pasien terhadap terapi yang diberikan sebelum menentukan tindakan medis berikutnya, termasuk kemungkinan operasi atau perawatan lanjutan.
“Komitmen kami adalah memberikan perawatan yang tepat, optimal, dan berkesinambungan. Hal ini kami wujudkan lewat kesiapan penuh tim medis serta koordinasi intensif di setiap tahapan pemulihan pasien,” tutup Rizki.





