INGATLAH.COM, — Mencegah lebih baik daripada mengobati. Prinsip itu menjadi salah satu fokus penguatan kader kesehatan Posyandu di Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar.
Forum Ibu Kades dan Kader (FIK PMS) Rumbio Jaya menggelar pembahasan kepengurusan forum sekaligus peningkatan kapasitas kader kesehatan tahun 2026 di Aula Kantor Desa Alam Panjang, Senin (14/6/2026).
Puluhan kader bersama tenaga kesehatan dan pengurus TP Posyandu desa mengikuti kegiatan yang diarahkan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat.
PJ Promkes PKM Rumbio, Bdn.Sri Winarti, S.Tr.Keb., menyebut penguatan kader sangat penting karena Posyandu kini tidak lagi hanya berorientasi pada pelayanan ibu dan anak.
“Sekarang Posyandu sudah melayani semua siklus hidup. Tidak hanya bayi, balita dan ibu hamil, tetapi juga remaja, usia dewasa dan lansia,” kata Sri Winarti.
Perubahan pola pelayanan tersebut membuat kapasitas kader harus terus ditingkatkan. Mereka dituntut memiliki pengetahuan dan keberanian untuk memberikan edukasi maupun melakukan deteksi dini di tengah masyarakat.
“Harapannya dengan peningkatan pengetahuan ini kader bisa lebih percaya diri saat berhadapan dengan masyarakat dan memberikan pelayanan yang terbaik,” ujarnya.
Tak berhenti di meja pelayanan Posyandu, kader juga diarahkan melakukan kunjungan rumah. Langkah ini dilakukan untuk mendata sekaligus melakukan skrining awal terhadap kondisi kesehatan warga.
Sriwinarti menegaskan, upaya tersebut merupakan bagian dari pencegahan agar masalah kesehatan dapat diketahui lebih dini.
“Jadi tidak sekadar kunjungan ke Posyandu. Kader juga melakukan kunjungan rumah. Kami sudah melakukan pendataan dari awal, siapa yang berpotensi memiliki penyakit, sehingga bisa dilakukan deteksi awal,” jelasnya.
Menurutnya, penguatan kader juga berdampak terhadap pelayanan Posyandu dan partisipasi masyarakat. Kehadiran kader yang aktif diharapkan mampu mendorong warga lebih rutin memanfaatkan layanan kesehatan.
Sementara itu, Camat Rumbio Jaya yang diwakili Ema Ulfa, SKM., memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, TP Posyandu dan kader dinilai penting untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat.
Dengan penguatan tersebut, kader diharapkan tidak hanya aktif menjalankan kegiatan Posyandu, tetapi juga mampu menjadi ujung tombak edukasi, skrining dan pencegahan penyakit di tingkat masyarakat.
“Kami berharap kader-kader lebih aktif, lebih bisa dan lebih ikhlas melayani masyarakat agar terciptanya masyarakat yang sehat,” ujar Sri Winarti.





