HukrimRiau

Kapolda dan Pangdam Cek Karhutla 70 Hektare di Inhu, Gambut Jadi Perhatian

×

Kapolda dan Pangdam Cek Karhutla 70 Hektare di Inhu, Gambut Jadi Perhatian

Sebarkan artikel ini
Kapolda dan Pangdam Cek Karhutla 70 Hektare di Inhu, Gambut Jadi Perhatian
Kapolda dan Pangdam Cek Karhutla 70 Hektare di Inhu, Gambut Jadi Perhatian

INGATLAH.COM – Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Paya Rumbai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Rabu (9/9/2026).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses pemadaman dan pendinginan berjalan maksimal, khususnya di kawasan gambut yang memiliki potensi menyimpan bara api di dalam lapisan tanah.

Karhutla di lokasi tersebut diperkirakan telah membakar sekitar 70 hektare lahan gambut.

Hingga Rabu siang, personel gabungan dari Polres Inhu, TNI, BPBD, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA) masih melakukan pemadaman dan pendinginan.

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo mengatakan, sebagian besar area terbakar telah berhasil dilokalisir menggunakan sekat kanal.

Namun, bara api masih berpotensi muncul karena kebakaran terjadi di lahan gambut.

“Karena lahannya gambut, kita harus memastikan api betul-betul padam sampai di tingkat gambut yang paling dalam. Mudah-mudahan dua sampai tiga hari ke depan proses pendinginan bisa berjalan lancar,” ujar Agus di lokasi.

Baca Juga  Pimpin Apel Kesiapan Pengamanan Pilkada di Rokan Hilir, Begini Pesan Wakapolda Riau

Penanganan dilakukan melalui operasi darat dan udara. Personel di darat difokuskan pada pemadaman dan pendinginan, sementara dukungan water bombing disiapkan jika ditemukan titik api dengan skala lebih besar.

Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) disiapkan dengan memanfaatkan potensi pertumbuhan awan hujan untuk membantu penanganan Karhutla.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan, penanganan Karhutla dilakukan secara kolaboratif dan telah dipersiapkan sejak dini, terutama menyikapi adanya indikasi ancaman El Nino.

“Kegiatan kolaboratif dan gotong royong ini kita lakukan terus-menerus. Bukan saja pada saat situasi El Nino saat ini, tetapi jauh-jauh hari kita sudah melakukan mitigasi sejak awal,” tegas Herry.

Mitigasi dilakukan melalui kesiapan sekat kanal, ribuan embung, menara pemantau, sarana dan prasarana perusahaan hingga personel di lapangan.

Sistem peringatan dini juga diperkuat melalui Lancang Kuning, SiPongi, Sipakar dan Green Policing Presisi untuk mempercepat verifikasi hotspot.

Herry menegaskan, penanganan Karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Kawasan yang terbakar juga perlu direstorasi agar kebakaran tidak terus berulang.

Baca Juga  Sidang Perdana Pemeriksaan Saksi Kasus Korupsi PUPR Riau Dimulai, Tiga ASN Dihadirkan

“Kita tidak mau setiap tahun melakukan pemadaman terus-menerus. Harus ada radical break, bagaimana kita melakukan restorasi bersama-sama dan mengubah mindset masyarakat,” ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, Polda Riau bersama Kodam XIX/Tuanku Tambusai merencanakan gerakan penanaman satu juta pohon yang akan dimulai Oktober 2026.

Di sisi lain, penegakan hukum terhadap pelaku Karhutla terus dilakukan. Polda Riau hingga kini telah menangani 47 perkara dengan 51 tersangka, dengan total luas lahan terbakar mencapai 3.066 hektare.

Sementara itu, personel gabungan masih melanjutkan pemadaman dan pendinginan di Desa Paya Rumbai untuk memastikan bara di dalam gambut benar-benar padam dan tidak kembali memicu kebakaran.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda dan Pangdam turut didampingi Kalaksa BPBD Riau Edy Afrizal serta sejumlah pejabat TNI-Polri.

Turut hadir Bupati Indragiri Hulu Ade Agus Hartanto, Kapolres Inhu AKBP Eka Ariandy Putra, Dandim 0302/Inhu Letkol Arh Bangun Bara Kurniawan Prabowo dan unsur terkait lainnya.