INGATLAH – Sebaran material abu vulkanik di jalan raya meningkatkan potensi bahaya bagi para pengguna jalan.
Mengingat partikel halus tersebut dapat mengganggu konsentrasi dan penglihatan, para pemudik atau pengendara diimbau untuk melengkapi diri dengan pelindung ekstra serta melipatgandakan kewaspadaan.
Langkah paling bijak apabila situasi tidak terlalu penting adalah menunda kepedulian mobilitas sampai situasi kembali kondusif.
Namun, apabila pergerakan tidak dapat ditunda, deretan persiapan matang berikut wajib diterapkan.
- Pemeriksaan Mandiri dan Kesiapan Armada
Perlengkapan berkendara wajib dipakai secara menyeluruh sebelum memulai perjalanan. Penggunaan helm berpelindung wajah (visor) tertutup sangat disarankan demi menjaga area muka serta mata.
Pengendara juga perlu memakai masker penahan partikel mikroskopis serta kacamata pelindung guna mencegah timbulnya iritasi mata akibat paparan abu secara langsung.
Kebersihan dan keutuhan visor helm turut memegang peranan penting. Hindari menyapu abu yang menempel secara asal-asalan karena sifat materialnya yang tajam berisiko memicu goresan permanen pada kaca helm yang berujung memperburuk jarak pandang.
Segi teknis kendaraan pun tidak boleh luput dari peninjauan. Pengendara harus memastikan kelayakan sistem pengereman, tekanan angin ban, seluruh indikator penerangan (lampu depan, belakang, dan sein), spion, hingga performa dapur pacu.
Komponen filter udara perlu diperiksa secara intensif lantaran abu rentan menyusup dan menumpuk pada bagian penampungan tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, pengendara disarankan memantau pembaruan berita resmi terkait perkembangan aktivitas gunung api, pola pergerakan arah angin pembawa abu, situasi jalur lalu lintas, hingga potensi rekayasa atau penutupan jalan.
- Pengendalian Kecepatan dan Pengaturan Jarak Bebas
Laju kendaraan wajib diperlambat saat melintasi kawasan berdampak. Lapisan abu yang mengendap di atas aspal khususnya yang terbasahi air dapat menurunkan daya cengkeram roda sehingga permukaan jalan menjadi sangat licin.
Pemotor dianjurkan tidak melakukan gerakan manuver secara mendadak, mengemudikan kendaraan secara mulus, serta menjaga jarak aman yang lebih lebar dari kendaraan di depannya.
Apabila intensitas hujan abu makin pekat hingga mereduksi pandangan secara drastis, pengendara dilarang keras memaksakan diri.
Turunkan laju kendaraan secara konstan, nyalakan penerangan utama, jaga jarak antar-kendaraan, lalu segera cari lokasi yang aman untuk berhenti.
Visor helm sangat tidak dianjurkan untuk dibuka selama paparan abu masih tinggi.
- Perawatan Komponen Kendaraan Pascaperjalanan
Pemeliharaan kendaraan tetap berlanjut seusai perjalanan rampung. Area penting yang memerlukan penanganan khusus meliputi filter udara, komponen pengereman, rantai beserta penggerak roda, ruang mesin dan sistem CVT, perangkat penerangan, hingga kondisi fisik ban.
Jika terasa ada penurunan respons mesin, pemeriksaan intensif dapat dilakukan di AHASS terdekat.
Prosedur pembersihan bodi luar juga harus diperhatikan. Hindari menyapu bodi dalam keadaan kering.
Basahi dan bilas seluruh permukaan menggunakan air mengalir untuk melarutkan sisa abu vulkanik yang bersifat abrasif guna menghindari goresan.
Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM), Daniel Aria Sulistya Nugroho mengatakan pengendara perlu waspada dan tidak memaksakan diri saat terjadi hujan abu vulkanik.
Prediksikan bahaya sedini mungkin, sehingga dapat mengantisipasi sebelum bahaya muncul.
“Lakukan persiapan sebelum perjalanan, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, perhatikan kondisi jalan, dan segera menepi apabila kondisi sudah tidak memungkinkan untuk berkendara dengan aman. Jika perjalanan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga kondisi kembali aman tetap menjadi pilihan terbaik. Tetap Cari Aman saat berkendara,” ujar Daniel.





