Berita

Warga Lumindai Ingin Mendirikan MDA, Mahyeldi Akan Bantu

×

Warga Lumindai Ingin Mendirikan MDA, Mahyeldi Akan Bantu

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Kunjungan calon Gubernur Sumatera Barat nomor urut 1 Mahyeldi ke Desa Lumindai, Kecamatan Barangin, Sawahlunto, menjadi yang ketiga kalinya dalam rangka mendengarkan aspirasi masyarakat setempat.

Salah satu warga, Nurhaliya, menyampaikan harapannya agar kampung mereka memiliki Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA).

“Kami ingin mendirikan MDA di sini. Murid kami sudah mencapai 100 orang. Setiap MTQ, anak-anak ini selalu ikut berkompetisi, bahkan kemarin ada yang juara 1 Tahfiz Al-Quran tingkat provinsi,” ungkap Nurhaliya.

Ia menambahkan, masyarakat Desa Lumindai berharap anak-anak mereka bisa memiliki seragam dan tempat mengaji yang layak, seperti halnya anak-anak di kota.

Baca Juga  50 Kreator Muda Adu Kreativitas di Lomba Konten Video Literasi Sawahlunto

“Kami juga ingin sama seperti orang kota, punya seragam dan bangunan sendiri,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Mahyeldi mengungkapkan rasa syukurnya atas banyaknya qori dan qoriah di Desa Lumindai.

“Alhamdulillah, Lumindai punya banyak qori dan qoriah. Lumindai juga memiliki generasi penghafal Al-Quran. Kita harapkan ini terus meningkat,” ujarnya.

Mahyeldi berjanji akan membantu pembangunan MDA di desa tersebut.

“Ini perlu kita bantu. Nanti buat proposal dan titip ke Pak Dewan. Rencanakan, akan kita bantu,” janjinya.

Tak hanya masalah pendidikan, warga Desa Lumindai juga mengeluhkan sulitnya mencari pekerjaan.

Baca Juga  SOIna Gandeng Riau Dorong Anak Disabilitas Intelektual Lebih Mandiri

Sinta, salah satu warga, mengungkapkan keresahannya terkait banyaknya pemuda-pemudi lulusan SMA dan SMK yang masih menganggur.

“Anak-anak di sini banyak yang tamatan SMA atau SMK, tapi menganggur. Ada yang coba buka usaha, tapi tetap sulit,” keluh Sinta.

Menanggapi hal ini, Mahyeldi menekankan pentingnya melanjutkan pendidikan atau memanfaatkan keterampilan.

“Jika tamat SMA, harus melanjutkan ke perguruan tinggi. Kalau SMK, sudah punya keterampilan, bisa bekerja. Kalau pun tidak bekerja dengan pemerintah, bisa buka usaha sendiri dan menciptakan lapangan pekerjaan,” jelasnya. (*)