AgamBeritaSumbarUtama

237 Siswa dan Guru di Agam Diduga Keracunan Usai Santap MBG

×

237 Siswa dan Guru di Agam Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi MBG. (Foto: Istimewa)

INGATLAH.COM – Sebanyak 237 siswa sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sejumlah guru di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam Hendri Rusdian mengatakan, kejadian tersebut berlangsung pada Selasa (1/9/2026). Para siswa dan guru yang mengalami keluhan kemudian mulai berdatangan ke sejumlah fasilitas kesehatan.

“Jumlah korban MBG yang diduga berasal dari SPPG MBG tersebut mencapai 237 siswa dan guru,” kata Hendri, Rabu (2/9/2026).

Baca Juga  Hutama Karya Terapkan Buka Tutup Tol Pekanbaru-Padang, Ini Jadwal dan Rute Alternatifnya

Menurut Hendri, makanan MBG tersebut diproduksi oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Affa Adicitta di Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Palupuh.

Petugas kemudian mengambil sampel makanan untuk diperiksa. Sampel tersebut telah diserahkan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.

Hendri mengatakan, hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan baru dapat diketahui sekitar satu pekan. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab keluhan yang dialami para siswa dan guru.

Program MBG dari SPPG tersebut diketahui diperuntukkan bagi sekitar 2.618 siswa dan guru.

Baca Juga  Hutan Mangrove Rohil Dirambah Hingga 100 Hektare, Polda Riau Langsung Turunkan Tim

Sementara itu, seluruh siswa dan guru yang sebelumnya mengalami gangguan kesehatan telah mendapatkan penanganan medis. Mereka menjalani perawatan di sejumlah puskesmas, pustu, Rumah Sakit Tentara, dan RSUD Bukittinggi.

“Untuk saat ini, semua siswa dan guru yang menderita keracunan sudah kembali pulih usai mendapatkan perawatan,” ujar Hendri.

Pemerintah daerah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah keluhan yang dialami para siswa dan guru benar-benar berkaitan dengan makanan MBG yang mereka konsumsi.