BeritaPolitik

Pelantikan Kepala Daerah Serentak Digelar di Jakarta Bukan di IKN, Dipimpin Presiden

×

Pelantikan Kepala Daerah Serentak Digelar di Jakarta Bukan di IKN, Dipimpin Presiden

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengonfirmasi bahwa pelantikan kepala daerah hasil Pilkada serentak 2024 yang tidak bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK) akan dilakukan pada 6 Februari 2025.

Lokasi pelantikan dipusatkan di Jakarta, mengingat statusnya yang masih menjadi ibu kota negara.

“Jakarta tetap menjadi lokasi pelantikan karena statusnya sebagai ibu kota negara masih berlaku hingga ada Keputusan Presiden (Keppres) yang memindahkan ibu kota ke Ibu Kota Nusantara (IKN),” ungkap Tito, Rabu (22/1/2025).

Menurut Tito, pelantikan tersebut rencananya akan diselenggarakan di Istana Negara dengan Presiden Prabowo Subianto sebagai pemimpin upacara.

Baca Juga  100 Hari Prabowo, JTTS Siap Perkuat Sumatera dengan Tiga Ruas Tol Baru

Hal ini sesuai dengan Pasal 164B Undang-Undang Pilkada, yang mengamanatkan kewenangan presiden untuk melantik seluruh kepala daerah secara serentak.

“Pelantikan serentak ini adalah momen bersejarah. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Presiden akan melantik secara langsung gubernur, bupati, dan wali kota dalam satu acara,” jelas Tito.

Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda sebelumnya juga menyoroti momentum ini sebagai tonggak baru dalam tata kelola pemerintahan Indonesia.

Ia menyebut pelantikan serentak ini sebagai bagian dari transformasi politik yang dimulai dari Pilkada serentak 2024.

Baca Juga  Pj Wali Kota Pariaman Dapat Pencerahan dari Presiden Jokowi di Istana Negara

“Selain Pilkada serentak yang menjadi sejarah, pelantikan serentak oleh Presiden juga merupakan terobosan besar dalam sistem pemerintahan Indonesia,” ujar Rifqi di Gedung DPR RI, Rabu.

Pelantikan ini sekaligus menjadi simbol kuatnya peran pemerintah pusat dalam memperkuat kesinambungan dan koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan yang baru. (*)