Bengkalis

Dua Warga Jadi Korban Kawanan Gajah Liar di Bengkalis, BBKSDA: Bukan di PLG

×

Dua Warga Jadi Korban Kawanan Gajah Liar di Bengkalis, BBKSDA: Bukan di PLG

Sebarkan artikel ini
Dua Warga Jadi Korban Kawanan Gajah Liar di Bengkalis, BBKSDA: Bukan di PLG
Dua Warga Jadi Korban Kawanan Gajah Liar di Bengkalis, BBKSDA: Bukan di PLG

INGATLAH.COM – Kawanan gajah liar kembali menimbulkan keresahan di wilayah Sebanga, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Dalam kejadian tersebut, dua warga menjadi korban. Seorang remaja mengalami luka, sementara seorang warga lainnya meninggal dunia.

Kepala Bagian Teknis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Ujang Holisudin, memastikan kejadian tersebut tidak berlangsung di dalam kawasan Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga.

“Bukan, Bukan di PLG,” kata Ujang saat dikonfirmasi ingatlah.com, Minggu (30/8/2026).

Dua warga yang menjadi korban yakni Mikhael Daniel Simarmata (18) dan Darwin Sondang Napitu (47).

Mikhael mengalami luka setelah diduga terkena tendangan gajah saat berupaya menghalau satwa tersebut.

Sementara Darwin meninggal dunia, namun BBKSDA Riau memastikan kematiannya bukan akibat serangan gajah, melainkan karena kelelahan.

Ujang menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan petugas di lapangan, terdapat dua titik kejadian (TKP) yang berada di dalam kawasan Suaka Margasatwa (SM) Pusat Latihan Gajah Sebanga.

Baca Juga  Karhutla di Pinggir Ungkap Kebun Sawit 2,5 Hektare, Polisi Tetapkan J sebagai Tersangka

Peristiwa itu bermula ketika masyarakat melaporkan adanya aktivitas kawanan gajah liar di sekitar wilayah tersebut.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim BBKSDA Riau melalui Seksi Konservasi Wilayah III turun ke lokasi pada Jumat (21/8/2026).

Setibanya di lokasi, petugas bersama warga menemukan sejumlah jejak gajah liar. Penyisiran kemudian dilakukan untuk mengetahui keberadaan satwa sekaligus memastikan kondisi di sekitar lokasi.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, terdapat dua titik kejadian (TKP) yang berada di dalam kawasan Suaka Margasatwa Pusat Latihan Gajah Sebanga,” jelas Ujang.

Dalam kejadian tersebut, Mikhael mengalami luka robek pada bagian pinggang dan paha setelah diduga terkena tendangan gajah ketika melakukan upaya pengusiran.

Ia kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, Darwin sebelumnya diketahui ikut berjaga dan membantu upaya menghalau kawanan gajah liar. Setelah melakukan aktivitas tersebut, Darwin meninggal dunia.

“Sedangkan yang meninggal Darwin Sondang Napitu, 47 tahun, bukan karena gajah akan tetapi karena faktor kelelahan,” ujar Ujang.

Baca Juga  Sidang Kasus Perburuan Gading Gajah di Pelalawan Berulang Kali Ditunda, Koalisi Soroti Kesiapan Penegak Hukum

Pasca kejadian, petugas BBKSDA Riau kembali melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk memastikan keberadaan kawanan gajah.

Dari hasil pengecekan, satwa tersebut sudah tidak ditemukan di sekitar lokasi kejadian.

BBKSDA Riau mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan sendiri apabila kembali menemukan gajah liar.

Warga diminta tetap tenang dan menjaga jarak demi menghindari risiko konflik yang dapat membahayakan manusia maupun satwa.

Masyarakat yang menemukan gajah liar, khususnya di sekitar permukiman, diminta segera melaporkan keberadaannya kepada aparat desa atau menghubungi Call Centre BBKSDA Riau agar dapat ditangani oleh petugas sesuai prosedur.

“Balai Besar KSDA Riau bersama instansi terkait akan terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap keberadaan kawanan gajah liar di wilayah tersebut guna mencegah terjadinya konflik lanjutan serta memastikan keselamatan masyarakat dan kelestarian satwa liar dilindungi,” tutup Ujang.