RiauKampar

283 Personel Perang Melawan Bara Karhutla di Gambut Rimbo Panjang

×

283 Personel Perang Melawan Bara Karhutla di Gambut Rimbo Panjang

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM — Api boleh terlihat mereda, tetapi perang melawan karhutla di Kabupaten Kampar belum berakhir. Sebanyak 283 personel gabungan masih diterjunkan ke lahan gambut di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, untuk memburu bara yang berpotensi kembali menyulut api.

Operasi pemadaman dan pendinginan digelar setelah lahan sekitar 13 hektare terbakar. Karakter gambut yang tebal dan dipenuhi semak belukar membuat bara dapat bertahan di bawah permukaan meski api di atas tanah telah padam.

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang mengatakan, ratusan personel dibagi menjadi 10 regu. Setiap regu memiliki tugas menyisir, menyiram dan mendinginkan titik-titik yang masih mengeluarkan asap.

“Fokus kami sekarang memastikan seluruh bara yang masih tersimpan di dalam gambut benar-benar padam dan tidak kembali memunculkan api,” kata Boby.

Baca Juga  HUT RI ke-81, Dirresnarkoba Polda Riau Bawa Pesan Negara Hadir di Wilayah Terluar

Kekuatan gabungan itu terdiri dari 153 personel Polri, 45 Brimob, 30 TNI, 18 BPBD, 18 Manggala Agni dan 19 personel dari unsur perusahaan. Mesin pompa, ministriker, nozzle, selang, water tank hingga kendaraan pemadam dikerahkan untuk mempercepat penanganan.

Petugas tidak hanya memburu asap. Area yang belum terbakar turut dibasahi dan diblokade agar api tidak menjalar. Police line juga dipasang untuk menjaga lokasi sekaligus mendukung proses penyelidikan.

“Untuk pemilik lahan maupun penyebab terjadinya kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Penanganan di lapangan berjalan bersamaan dengan proses penegakan hukum,” ujar Boby.

Di tengah operasi tersebut, jumlah hotspot Riau menunjukkan tren penurunan. Hingga pemantauan terakhir Selasa (25/8/2026), hanya terdeteksi dua hotspot dan keduanya berada di lokasi yang sama.

Baca Juga  Respons Cepat Saat Banjir, Kapolda Riau Beri Apresiasi Polantas dan Pemko Pekanbaru

Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi menegaskan penurunan hotspot bukan alasan untuk menghentikan operasi. Menurutnya, penanganan harus dilakukan dari hulu hingga hilir, mulai dari deteksi dini, patroli, pemadaman, pendinginan hingga penegakan hukum.

“Prinsipnya adalah kolaborasi. Polri tidak bekerja sendiri. Ada TNI, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, masyarakat dan unsur perusahaan yang bergerak bersama,” jelas Akmadi.

Dia mengatakan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan telah memerintahkan seluruh jajaran mempertahankan kesiapsiagaan selama masih ditemukan asap maupun bara.

“Fokus tuntaskan pemadaman dan pendinginan. Targetnya bukan sekadar api padam di permukaan, tetapi memastikan tidak terjadi kebakaran kembali,” tegas Akmadi.