Ekonomi

BSP Perkuat Ketahanan Bisnis dan Keandalan Operasi melalui BCMS

×

BSP Perkuat Ketahanan Bisnis dan Keandalan Operasi melalui BCMS

Sebarkan artikel ini
BSP Perkuat Ketahanan Bisnis dan Keandalan Operasi melalui BCMS
BSP Perkuat Ketahanan Bisnis dan Keandalan Operasi melalui BCMS

INGATLAH.COM – PT Bumi Siak Pusako (BSP) memperkuat ketahanan bisnis dan keandalan operasional perusahaan melalui penerapan Business Continuity Management System (BCMS).

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi perusahaan untuk menjaga keberlangsungan operasi sekaligus mendukung peningkatan produksi di Wilayah Kerja Coastal Plains and Pekanbaru (WK CPP).

Penguatan tersebut dilakukan melalui Workshop BCMS yang berlangsung di Kantor PT BSP, Pekanbaru, 19–21 Agustus 2026.

Kegiatan dibuka Direktur PT BSP Robi Junipa dan diikuti para manajer, PIC dari berbagai fungsi, Koordinator BCMS Al Maududi Hadi, serta konsultan pendamping.

Robi mengatakan, transformasi perusahaan harus dibangun dengan fondasi kepatuhan dan Good Corporate Governance (GCG) yang kuat.

Menurutnya, tata kelola menjadi landasan agar setiap program perusahaan berjalan efektif, terukur, akuntabel, dan berkelanjutan.

“Transformasi bukan hanya mengenai perubahan sistem, tetapi juga bagaimana kita membangun cara kerja yang lebih baik, lebih terintegrasi, dan memiliki orientasi yang sama terhadap pencapaian target perusahaan,” ujar Robi.

Melalui workshop tersebut, BSP menyusun sejumlah instrumen penting dalam BCMS, di antaranya Business Impact Analysis (BIA), Disruption Risk Assessment (DRA), Business Continuity Strategy (BCS), dan Business Continuity Plan (BCP).

Baca Juga  BTN Fokus pada Spin Off UUS, Akuisisi Bank Muamalat Batal

Koordinator BCMS PT BSP Al Maududi Hadi mengatakan, proses tersebut diarahkan untuk memetakan proses bisnis yang kritikal, potensi gangguan yang dapat memengaruhi kegiatan perusahaan, serta strategi yang diperlukan untuk memastikan keberlangsungan bisnis.

“Melalui BCMS, BSP terus memperkuat kemampuan organisasi dalam melakukan antisipasi, respons, pemulihan, dan menjaga keberlangsungan fungsi-fungsi kritikal apabila terjadi kondisi yang berpotensi mengganggu kegiatan perusahaan,” jelasnya.

Selain ketahanan bisnis, BSP juga mendorong pemanfaatan teknologi dan integrasi data untuk memperkuat pengambilan keputusan.

Data produksi dan operasional diharapkan dapat dikelola secara terintegrasi sehingga proses pemantauan, evaluasi, hingga penentuan keputusan dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.

“Data harus mampu memberikan informasi yang cepat dan akurat kepada tim sehingga setiap kondisi operasi dapat segera direspons. Dengan informasi yang baik, kita dapat menentukan prioritas dan mengambil keputusan secara lebih efektif,” kata Robi.

Di sisi operasional, operational reliability menjadi salah satu perhatian BSP dalam mendukung peningkatan produksi. Perusahaan melakukan evaluasi terhadap kinerja sumur dan fasilitas produksi untuk mengidentifikasi peluang optimalisasi.

Baca Juga  Mulai 2 September, Harga Pertamax Green 95 Naik

Upaya tersebut mencakup penguatan pemantauan, evaluasi kinerja fasilitas, optimalisasi sumur produksi, serta penentuan prioritas program yang dinilai memberikan kontribusi terhadap kinerja operasi.

Robi menegaskan, peningkatan produksi tidak hanya menjadi tanggung jawab fungsi operasi, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh fungsi di lingkungan perusahaan.

“Kita mempunyai tujuan yang sama. Seluruh fungsi harus saling mendukung dan berkolaborasi untuk menjaga keandalan operasi dan mendorong pertumbuhan produksi,” tegasnya.

Transformasi BSP juga diarahkan pada perubahan pola kerja. Seluruh insan perusahaan didorong meninggalkan pola kerja yang terkotak-kotak atau silo mentality dan memperkuat kolaborasi lintas fungsi.

Selain itu, jajaran perusahaan didorong membangun solution-oriented mindset dengan menjadikan berbagai tantangan sebagai ruang untuk mencari solusi, melakukan inovasi, dan menemukan peluang perbaikan.

Melalui penguatan compliance, governance, BCMS, digitalisasi, keandalan operasi, dan kolaborasi lintas fungsi, BSP menargetkan organisasi yang semakin tangguh, adaptif, dan terintegrasi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BSP menjaga keberlangsungan operasi, mempercepat program strategis, meningkatkan efisiensi, serta mengoptimalkan potensi produksi WK CPP untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, daerah, masyarakat, dan mendukung ketahanan energi nasional.*