INGATLAH.COM – Hingga Rabu (19/8/2026) sore penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Lingkungan Air Kuning, Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan ternyata masih dipimpin langsung Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara.
Kapolres bersama tim gabungan masih berada di lokasi untuk memastikan kebakaran benar-benar terkendali.
Selain melakukan pemadaman dan pendinginan, petugas juga mendirikan Posko di sekitar lokasi karhutla sebagai pusat kendali dan komunikasi untuk memperkuat koordinasi selama penanganan berlangsung.
“Penanganan karhutla ini harus dilakukan secara bersama-sama dan tidak boleh berhenti hanya karena api sudah tidak terlihat. Pendinginan harus terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran,” ujar AKBP John Louis Letedara dalam keterangan tertulisnya.
Menurutnya, kondisi lahan gambut membutuhkan penanganan ekstra karena api dapat menjalar di bawah permukaan dan sewaktu-waktu kembali muncul apabila proses pendinginan tidak dilakukan secara maksimal.
“Kami terus melakukan pemantauan di titik-titik yang masih mengeluarkan asap. Personel tetap berada di lapangan sampai kondisi benar-benar aman dan tidak ada lagi potensi api meluas,” katanya.
Karhutla di kawasan Air Kuning diperkirakan melanda lahan gambut dengan vegetasi semak belukar seluas sekitar 10 hektare.
Lahan tersebut diketahui merupakan milik masyarakat.
Proses pemadaman dan pendinginan telah dilakukan sejak Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Namun, hingga Rabu, tim gabungan masih melakukan penanganan karena sejumlah bagian lahan masih mengeluarkan asap tebal.
Puluhan personel dikerahkan dalam operasi tersebut.
Dari unsur Polri, terdapat 17 personel BKO Polres Pelalawan, tujuh personel Polsek Kerumutan, 10 personel Polsek Pangkalan Kuras, tiga personel Polsek Pangkalan Lesung dan lima personel Polsek Ukui.
“Penanganan juga melibatkan dua personel TNI, 50 personel RPK PT GH, 10 personel RPK PT SLS, lima anggota Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) serta lima masyarakat,” jelasnya.
Untuk mempercepat pemadaman, petugas menggunakan berbagai peralatan, mulai dari mesin ministrike hingga mesin pompa berkapasitas besar.
Polres Pelalawan mengerahkan dua unit ministrike dan satu mesin besar Tohatsu.
Sementara PT GH mengerahkan delapan unit ministrike, satu mesin besar Motoyama dan lima unit excavator.
PT SLS turut menurunkan empat unit ministrike, sedangkan masyarakat menyediakan satu unit mesin Robin.
“Dukungan juga datang dari udara. Dua unit helikopter water bombing milik BNPB dikerahkan untuk membantu menjangkau area yang sulit ditangani dari darat,” jelasnya
Kapolres mengatakan, kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan utama dalam operasi pemadaman.
Cuaca yang panas disertai angin kencang membuat proses pemadaman membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar. Minimnya sumber air di sekitar lokasi juga menjadi kendala bagi petugas.
“Angin cukup kencang dan cuaca panas. Sumber air juga terbatas. Karena itu, kami mengoptimalkan seluruh kekuatan yang ada, baik personel, peralatan darat maupun dukungan water bombing,” terangnya.
Selain pemadaman, petugas menggunakan alat berat untuk membuat sekat bakar. Langkah tersebut dilakukan untuk memutus jalur rambatan api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke area lainnya.
Hingga Rabu sore, tidak ditemukan titik api aktif di lokasi. Meski demikian, asap tebal masih terlihat di sejumlah bagian lahan sehingga proses pendinginan dan pemantauan terus dilakukan.
“Kami tidak ingin mengambil risiko. Walaupun titik api sudah tidak ada, asap masih menjadi perhatian. Tim akan terus melakukan pendinginan sampai benar-benar dipastikan aman,” tegas Kapolres.
Di tengah proses pemadaman, Satreskrim Polres Pelalawan juga telah menerjunkan tim untuk menyelidiki penyebab karhutla tersebut.
Tim melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi serta mengumpulkan keterangan dan informasi yang diperlukan.
Kapolres menegaskan, penanganan karhutla tidak hanya menyangkut pemadaman, tetapi juga aspek penegakan hukum apabila ditemukan adanya unsur kesengajaan atau kelalaian yang menyebabkan kebakaran.
“Kami juga melakukan penyelidikan. Kalau nantinya ditemukan adanya unsur pidana, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Lokasi karhutla berada sekitar 25 kilometer dari Polsek Kerumutan dan ditempuh melalui perjalanan darat.
Hingga Rabu sore, tim gabungan masih bertahan di lapangan.
Pemadaman, pendinginan, pemantauan serta penyelidikan dilakukan secara bersamaan untuk memastikan karhutla di kawasan Air Kuning tidak kembali meluas dan menimbulkan dampak lebih besar.





