INGATLAH.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan santri Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Pondok Pesantren Modern (PPM) Diniyyah Pasia.
Dua santri terbaiknya, Rijal Al Ghani dan Naufal Fikri Zem, dipercaya menjadi bagian dari Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Agam pada Jambore Nasional (Jamnas) XII Gerakan Pramuka Tahun 2026.
Keduanya membawa nama Kabupaten Agam dalam ajang pertemuan besar Pramuka tingkat nasional yang digelar di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Pramuka Cibubur, Jakarta Timur.
Keikutsertaan Rijal dan Naufal menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar PPM Diniyyah Pasia.
Mereka tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama madrasah, pesantren, keluarga dan Kabupaten Agam di panggung nasional.
Jambore Nasional XII menjadi momentum penting bagi generasi muda untuk mengembangkan karakter, kemandirian, kepemimpinan, kedisiplinan serta kemampuan bekerja sama dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Bagi PPM Diniyyah Pasia, kesempatan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pendidikan pesantren mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan keagamaan, tetapi juga memiliki kemampuan berorganisasi serta siap berkontribusi di tengah masyarakat.
- Pesan Direktur PPM Diniyyah Pasia
Direktur PPM Diniyyah Pasia, Ustaz Nashran Nazir menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas terpilihnya Rijal Al Ghani dan Naufal Fikri Zem sebagai bagian dari Kontingen Kwarcab Agam pada Jamnas XII 2026.
Menurutnya, keikutsertaan dalam kegiatan nasional tersebut harus dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran dan pembentukan karakter.
“Kami berharap keikutsertaan Rijal Al Ghani dan Naufal Fikri Zem bukan hanya menjadi pengalaman mengikuti kegiatan nasional, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk membangun karakter, kepemimpinan, kemandirian, kedisiplinan dan kemampuan berinteraksi dengan generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia,” katanya
Ia juga berpesan agar kedua santri senantiasa menjaga nama baik almamater selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Pergilah membawa nama baik Diniyyah Pasia. Tunjukkan bahwa santri mampu berprestasi, mampu beradaptasi, mampu bekerja sama dan mampu menjadi teladan. Jadikan setiap pengalaman sebagai bekal untuk menjadi pemimpin masa depan yang berilmu, berakhlak dan bermanfaat bagi bangsa,” jelasnya.
Selain prestasi, ia menekankan pentingnya menjaga adab, ibadah, disiplin dan tanggung jawab selama berada di lingkungan Jamnas.
“Prestasi yang sesungguhnya bukan hanya ketika kita mendapatkan penghargaan, tetapi ketika kehadiran kita memberikan manfaat, menginspirasi orang lain dan meninggalkan kesan yang baik. Bawalah semangat Diniyyah Pasia: belajar, berjuang, mengabdi dan menginspirasi,” jelasnya.
- Dari Pesantren Menuju Indonesia Emas
Keberangkatan Rijal dan Naufal menjadi momentum bagi PPM Diniyyah Pasia untuk terus mendorong santri agar aktif mengembangkan potensi di berbagai bidang.
Pesantren menjadi tempat santri memperdalam ilmu dan membangun akhlak. Organisasi melatih kepemimpinan dan tanggung jawab, sementara Pramuka mengajarkan kemandirian, kedisiplinan serta kerja sama.
Pertemuan dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia juga menjadi kesempatan bagi kedua santri untuk mengenal keberagaman, memperluas wawasan dan membangun jejaring persahabatan.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal penting bagi Rijal Al Ghani dan Naufal Fikri Zem dalam menapaki masa depan sekaligus menjadi inspirasi bagi santri lainnya.
Bawa nama baik Kabupaten Agam.
Harumkan nama Diniyyah Pasia.
Tunjukkan karakter santri.
Dan jadilah generasi pemimpin masa depan.
“Dari Diniyyah Pasia untuk Indonesia.” pungkas Ustaz Nashran Nazir.





