INGATLAH.COM – Semen Padang FC kembali membuat kejutan di bursa transfer Liga 2 dengan resmi memperkenalkan pemain Timnas Indonesia, Stefano Lilipaly, sebagai rekrutan anyar untuk menghadapi musim 2026/2027.
Kehadiran Lilipaly menjadi sinyal keseriusan Semen Padang FC dalam membangun tim yang kompetitif demi target kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional.
Presiden klub, Andre Rosiade, menegaskan bahwa perekrutan pemain berpengalaman seperti Lilipaly merupakan bagian dari strategi besar tim.
“Kami ingin membangun tim yang benar-benar kompetitif. Kehadiran pemain tim nasional ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk membawa Semen Padang FC kembali ke Liga 1,” ujarnya.
Stefano Lilipaly sendiri dikenal sebagai salah satu pemain senior dengan pengalaman panjang, baik di level domestik maupun internasional.
Selain menjadi bagian penting Timnas Indonesia, ia juga pernah memperkuat sejumlah klub di Liga 1, termasuk terakhir membela Dewa United FC.
Dengan bergabungnya Lilipaly, skuad Kabau Sirah kini semakin solid dalam menyusun kekuatan.
Manajemen tim pun terus melengkapi komposisi pemain menjelang pemusatan latihan di Yogyakarta, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi rangkaian laga uji coba pramusim sebelum mengarungi kompetisi Liga 2 2026/2027.
Langkah agresif ini mempertegas ambisi Semen Padang FC untuk tidak sekadar bersaing, tetapi tampil dominan dan kembali ke Liga 1.
Sebelumnya, INGATLAH.COM memberitakan perjalanan Stefano Lilipaly bersama Dewa United Banten FC akhirnya mencapai garis akhir.
Setelah dua musim menjadi salah satu motor permainan Banten Warriors, gelandang serang naturalisasi itu resmi mengucapkan salam perpisahan yang penuh haru kepada klub yang telah menjadi rumahnya sejak 2024.
Kepastian tersebut disampaikan langsung Lilipaly melalui unggahan di akun media sosial pribadinya.
Dengan grafis bertuliskan Thank You Dewa United berlatar warna emas khas klub.
Pemain berusia 36 tahun itu menutup lembaran perjalanan yang penuh kenangan bersama Dewa United.
Ucapan perpisahan itu bukan sekadar formalitas.
Lilipaly menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pemain, staf pelatih, manajemen, hingga tim media yang selama ini menjadi bagian dari perjalanannya.
“Terima kasih kepada seluruh pemain, pelatih, staf, tim media, dan manajemen untuk musim yang telah kita lewati bersama. Bersyukur atas semua momen dan kenangan yang kita bagikan bersama. Berharap yang terbaik dan kesuksesan besar untuk semua orang di masa depan,” tulis Lilipaly.
Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar dari para penggemar dan rekan sesama pesepak bola. Salah satu yang mencuri perhatian datang dari penyerang Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri.
Dengan singkat, Egy menuliskan komentar, “Papa legend,” disertai emoji api dan hati.
Kalimat sederhana itu menggambarkan besarnya rasa hormat para pemain terhadap sosok Lilipaly, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Selama berseragam Dewa United, Lilipaly bukan hanya menghadirkan kualitas melalui statistik.
Pengalamannya yang pernah berkarier di Eropa membuatnya menjadi figur penting di ruang ganti sekaligus mentor bagi pemain-pemain muda.
Musim perdananya bersama Dewa United pada 2024/2025 menjadi bukti bahwa usia bukan penghalang untuk tetap tampil kompetitif.
Lilipaly tampil impresif dengan mencetak tujuh gol di semua kompetisi, termasuk kontribusi penting di turnamen pramusim.
Kemampuannya mengatur tempo permainan, membuka ruang, hingga mengirim umpan-umpan matang menjadi salah satu alasan Dewa United mampu bersaing di papan atas kompetisi.
Memasuki musim 2025/2026, menit bermain Lilipaly memang tidak sebanyak musim sebelumnya. Ia tampil dalam 28 pertandingan dengan total 1.279 menit bermain di kompetisi domestik.
Namun, berkurangnya durasi bermain sama sekali tidak mengurangi pengaruhnya di atas lapangan.
Justru di level Asia, kualitas Lilipaly kembali berbicara. Pada ajang AFC Challenge League, mantan pemain Bali United itu tampil efektif dengan menyumbangkan tiga assist hanya dalam empat pertandingan.
Visi bermain, akurasi umpan, dan kemampuannya membaca permainan tetap menjadi senjata utama yang sulit tergantikan.
Kepergian Lilipaly tentu meninggalkan pekerjaan rumah bagi Dewa United. Sosok berpengalaman seperti dirinya tidak hanya memberi kontribusi melalui gol dan assist, tetapi juga menghadirkan ketenangan, kepemimpinan, dan mental juara di tengah skuad.
Di sisi lain, keputusan berpisah juga memunculkan tanda tanya besar mengenai destinasi berikutnya.
Meski telah berusia 36 tahun, kemampuan Lilipaly masih diyakini mampu bersaing di level tertinggi sepak bola Indonesia.





