RiauKampar

Pasca 290 Asrama Terbakar, Polisi Turun Tangan Bantu Santri Ponpes Kuntu

×

Pasca 290 Asrama Terbakar, Polisi Turun Tangan Bantu Santri Ponpes Kuntu

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Duka akibat kebakaran yang melanda asrama santri Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu, Desa Kuntu Darussalam, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, perlahan mulai berganti dengan harapan.

Kepolisian Sektor (Polsek) Kampar Kiri turun langsung ke lokasi untuk membantu para santri yang terdampak.

Selain menyalurkan bantuan kebutuhan pokok, jajaran kepolisian bersama warga pesantren juga bergotong royong membersihkan puing-puing sisa kebakaran, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan kemanusiaan tersebut diawali dengan apel persiapan di Mapolsek Kampar Kiri sekitar pukul 08.00 WIB.

Kapolsek Kampar Kiri Kompol Rusyandi Zuhri Siregar memimpin langsung pengarahan kepada personel sebelum bergerak menuju lokasi pesantren.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakapolsek Kampar Kiri Iptu Wahyu Saputra dan Panit I Patroli Ipda Nurman Efendi bersama sejumlah personel.

Rombongan tiba di lingkungan Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin sekitar pukul 09.30 WIB.

Kedatangan mereka disambut Pimpinan Pondok Pesantren, Buya Junaidi, bersama para santri dan santriwati.

Suasana haru masih terasa di lingkungan pesantren. Sebagian fasilitas asrama putra hangus terbakar dalam musibah yang terjadi pada Senin malam (10/8/2026).

Sebagai bentuk kepedulian, Kapolsek Kampar Kiri secara simbolis menyerahkan bantuan sosial untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para santri terdampak.

Baca Juga  Oknum Polisi di Kuansing Digerebek Warga Saat Diduga Berselingkuh

Bantuan yang disalurkan terdiri dari 17 karung beras SPHP kemasan 5 kilogram, 20 papan telur ayam, 10 kardus mi instan, 30 kotak teh, 10 kilogram gula pasir serta dua kardus minyak goreng Minyakita.

“Musibah kebakaran ini sebelumnya membawa dampak yang cukup besar bagi kehidupan para santri di pesantren yang membina total 786 santri, terdiri dari 443 santri laki-laki dan 343 santriwati,” kata Kompol Rusyandi Zuhri, Rabu (12/8/2026).

Kebakaran menghanguskan kompleks asrama putra yang terdiri dari 290 unit kamar berukuran sekitar 2 x 2 meter. Sebanyak 221 santri sebelumnya menempati kamar-kamar tersebut.

Pasca penyerahan bantuan, Kapolsek bersama pihak pesantren melakukan koordinasi untuk memetakan kondisi lingkungan dan kebutuhan yang diperlukan dalam proses pemulihan.

Kompol Rusyandi menegaskan, kehadiran kepolisian tidak berhenti pada penyaluran bantuan logistik. Jajarannya juga berkomitmen membantu menjaga keamanan dan kondusivitas lingkungan pesantren selama masa pemulihan.

Menurutnya, dukungan moral juga penting agar aktivitas pendidikan dan kegiatan mengaji para santri dapat kembali berjalan dengan baik.

“Tidak berhenti pada penyaluran bantuan logistik, jajaran kepolisian bersama para santri langsung menyingsingkan lengan baju dalam aksi gotong royong pembersihan area,” ujarnya.

Baca Juga  Apel Akbar Sabuk Kamtibmas di Kampar, Polisi Ganjar Warga Aktif Jaga Keamanan

Personel Polsek Kampar Kiri bersama para santri kemudian membersihkan lokasi yang terdampak kebakaran. Puing-puing bangunan, material yang hangus dan berbagai sisa reruntuhan diangkut secara bersama-sama.

Area bekas kebakaran juga ditata kembali agar lebih bersih dan aman, terutama untuk mencegah adanya potensi bahaya dari material bangunan yang masih tersisa.

Aksi tersebut menjadi gambaran bagaimana semangat gotong royong tumbuh di tengah situasi sulit. Kepolisian tidak hanya hadir dalam kapasitas sebagai aparat keamanan, tetapi juga mengambil bagian dalam membantu masyarakat melewati masa-masa pascabencana.

Bagi para santri, bantuan dan kehadiran personel kepolisian memberikan dukungan moral di tengah kehilangan tempat tinggal. Aktivitas mereka memang belum sepenuhnya kembali normal, tetapi semangat untuk melanjutkan pendidikan dan kegiatan keagamaan terus dijaga.

Semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam kegiatan tersebut diharapkan menjadi awal bagi proses pemulihan Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu. Dengan dukungan berbagai pihak, para santri diharapkan dapat kembali belajar, mengaji dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang.

Musibah telah menghanguskan ratusan kamar, tetapi kepedulian dan gotong royong menjadi kekuatan untuk membangun kembali harapan di lingkungan pesantren.