INGATLAH.COM – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Dito Ariotedjo, merespons insiden kericuhan yang terjadi setelah laga klasik Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.
Dito berharap agar manajemen klub segera melakukan mediasi dengan suporter untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Kericuhan terjadi usai Persib Bandung mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 2-0, tepat saat wasit meniup peluit panjang.
Kondisi tribun yang sudah memanas sejak akhir laga menjadi pemicu puluhan oknum suporter turun ke lapangan, menerobos pagar pembatas.
Meski para pemain Persib dan Persija berhasil segera dievakuasi ke lorong ganti, sejumlah oknum suporter justru menyerang petugas keamanan stadion, atau steward, yang berada di sisi lapangan.
Aparat kepolisian dan TNI terpaksa turun tangan untuk meredam situasi. Berkat tindakan mereka, situasi perlahan kembali kondusif.
Dito Ariotedjo, dalam pernyataannya, mengungkapkan bahwa kericuhan ini dipicu oleh konflik internal antara suporter dan manajemen klub Persib.
“Dari laporan yang saya terima, kericuhan ini bukan bentrokan antarsuporter, melainkan adanya ketidakcocokan antara suporter Persib dan manajemen klub dalam beberapa hari terakhir,” ungkap Dito di Kemenpora RI pada Selasa (24/9).
Perselisihan antara manajemen Persib dan kelompok suporter Bobotoh serta Viking ini sebenarnya telah memanas sejak pertandingan Persib melawan Port FC beberapa hari sebelumnya.
Ketegangan muncul karena adanya dugaan intimidasi terhadap suporter wanita oleh oknum steward dan ofisial klub, yang berujung pada aksi demonstrasi oleh Viking Persib Club (VPC) di depan Graha Persib.
Manajemen Persib sejauh ini belum memberikan penjelasan yang memuaskan kepada para suporter.
Mereka baru mengumumkan hasil investigasi sementara, yang menyebut bahwa kejadian itu dipicu oleh provokasi verbal dari tribun VIP.
Namun, suporter tetap mendesak agar investigasi dilakukan secara transparan dan menyeluruh.
Menpora Dito menegaskan pentingnya manajemen klub dalam mengelola relasi dengan para suporter.
“Klub harus bisa mengelola pendukungnya sendiri, khususnya Persib dengan Bobotoh dan Viking. Mediasi diperlukan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujar Dito.
Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa PSSI dan liga akan memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku. (*)





