INGATLAH.COM – Pondok Pesantren Modern (PPM) Diniyyah Pasia terus berinovasi dalam memadukan tradisi keilmuan Islam klasik dengan perkembangan teknologi.
Hal ini terlihat dalam rangkaian kegiatan Fathul Kutub wa Bahtsul Masā’il Tahun Ajaran 2026–2027, yang pada hari kedua menghadirkan narasumber dari Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang.
Dua pustakawan, Zulfitri, S.Ag., M.A. dan Nasrul Makdis, S.IP., M.A., memberikan pelatihan bertajuk “Orientasi dan Pengaplikasian Maktabah Syamilah serta Hadits Soft dalam Meningkatkan Khazanah Keilmuan Islam.” Kegiatan ini diikuti oleh santri kelas VI KMI sebagai bagian dari upaya penguatan literasi digital berbasis keilmuan Islam.
Pelatihan ini bertujuan membekali santri dengan kemampuan memanfaatkan perpustakaan digital Islam sebagai sumber rujukan dalam menelusuri kitab turats secara cepat, akurat, dan sistematis.
Di tengah perkembangan teknologi informasi yang pesat, penguasaan aplikasi seperti Maktabah Syamilah dan Hadits Soft dinilai menjadi kompetensi penting bagi calon ulama, peneliti, maupun akademisi Muslim.
Dalam pemaparannya, Zulfitri menekankan pentingnya literasi informasi di era digital.
Menurutnya, santri tidak cukup hanya menguasai pembacaan kitab kuning secara manual, tetapi juga harus mampu memanfaatkan teknologi untuk mempercepat pencarian referensi, membandingkan pendapat ulama, serta memperluas wawasan keilmuan dengan tetap menjaga validitas sumber.
Sementara itu, Nasrul Makdis memberikan pelatihan praktis penggunaan Maktabah Syamilah dan Hadits Soft.
Para peserta diajarkan teknik pencarian ayat Al-Qur’an, hadis, hingga penelusuran kitab turats berdasarkan tema, kata kunci, maupun nama ulama.
Selain itu, santri juga diperkenalkan dengan berbagai fitur yang mendukung penyusunan karya ilmiah dan penguatan forum Bahtsul Masā’il.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung.
Santri aktif berdiskusi, mencoba langsung aplikasi yang diperkenalkan, serta mengajukan pertanyaan terkait strategi menemukan referensi yang kredibel dalam menjawab persoalan fikih kontemporer.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyerahkan sertifikat penghargaan kepada kedua narasumber.
Momen tersebut sekaligus menjadi simbol sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren dalam membangun ekosistem keilmuan Islam yang adaptif, modern, dan tetap berakar pada tradisi.
Melalui kegiatan ini, PPM Diniyyah Pasia berharap santri tidak hanya mahir membuka kitab turats secara konvensional, tetapi juga mampu mengoptimalkan teknologi sebagai sarana memperluas cakrawala ilmu.
Kolaborasi antara warisan keilmuan klasik dan inovasi digital diharapkan melahirkan generasi ulama dan cendekiawan Muslim yang unggul, berintegritas, serta siap menjawab tantangan umat di era modern.
Dengan semangat “Membuka Kitab dengan Tradisi, Menelusuri Ilmu dengan Teknologi, Menghadirkan Solusi bagi Umat,” kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi santri yang adaptif, kritis, dan solutif di tengah perubahan zaman.





