INGATLAH.COM – Pondok Pesantren Modern (PPM) Diniyyah Pasia kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi ulama yang berilmu dan adaptif terhadap perkembangan zaman melalui kegiatan Fathul Kutub wa Bahtsul Masā’il 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini diikuti oleh 112 peserta, terdiri dari 56 santri dan 56 santriwati, yang terbagi dalam beberapa kelompok dan didampingi oleh para musyrif.
Program ini menjadi salah satu unggulan pesantren dalam memperkuat kompetensi santri, khususnya dalam literasi kitab turats serta kemampuan analisis hukum Islam terhadap persoalan kontemporer.
Selama pelaksanaan, para peserta secara intensif mendalami berbagai kitab klasik (turats) dari disiplin ilmu Fiqih, Aqidah, Tafsir, hingga Hadis.
Kitab-kitab tersebut menjadi rujukan utama dalam menjawab berbagai persoalan keagamaan yang dibahas dalam forum Bahtsul Masā’il.
Tidak sekadar membaca, santri juga dilatih melalui metode pembelajaran aktif seperti diskusi kelompok, penelusuran referensi, presentasi ilmiah, hingga musyawarah.
Pendekatan ini bertujuan membentuk kemampuan berpikir kritis, sistematis, serta keberanian menyampaikan argumentasi yang didukung dalil dan rujukan yang kuat.
Pimpinan PPM Diniyyah Pasia Dr. H. Nawazir Mukhtar dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga dan menghidupkan tradisi keilmuan Islam yang telah diwariskan oleh para ulama.
“Santri tidak hanya dituntut mampu membaca kitab kuning, tetapi juga harus mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Islam dalam menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Menurutnya, tradisi ilmiah seperti Fathul Kutub dan Bahtsul Masā’il harus terus dikembangkan agar melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bijak dalam menyikapi persoalan umat.
Di akhir kegiatan, para peserta menunjukkan peningkatan signifikan, baik dalam kemampuan menelusuri referensi kitab, berdiskusi secara ilmiah, maupun mempresentasikan hasil kajian dengan bahasa yang santun dan argumentatif.
“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang, sekaligus memperkuat identitas PPM Diniyyah Pasia sebagai lembaga pendidikan Islam yang mampu memadukan tradisi keilmuan klasik dengan kebutuhan umat di era modern,” jelasnya.
Mengusung semangat “Membuka Kitab, Menghidupkan Turats, Menjawab Masalah Umat,” kegiatan ini diharapkan menjadi wasilah lahirnya generasi ulama, cendekiawan Muslim, dan pemimpin masa depan yang berpegang teguh pada Al-Qur’an, As-Sunnah, serta khazanah keilmuan para ulama salaf.
PPM Diniyyah Pasia sendiri terus berkomitmen menjadi lembaga pendidikan Islam yang melahirkan calon-calon ulama, cendekiawan Muslim, serta pemimpin masa depan yang berintegritas dan berdaya saing.





