INGATLAH.COM – Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan hingga ke tingkat desa. Bhabinkamtibmas Polsek Tapung turun langsung memantau sekaligus mendampingi petani jagung di Desa Tanjung Sawit, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Senin (27/7/2026), guna memastikan tanaman tumbuh optimal dan siap menghasilkan panen yang maksimal.
Monitoring dilakukan di lahan jagung seluas 0,5 hektare yang menjadi bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional. Kehadiran Bhabinkamtibmas tidak hanya mengecek kondisi pertumbuhan tanaman, tetapi juga berdialog dengan petani terkait teknik perawatan, kondisi lahan, hingga berbagai kendala yang dihadapi selama masa tanam agar produktivitas pertanian terus meningkat.
Pendampingan tersebut merupakan implementasi nyata dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan pemerintah. Selain menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, jajaran Bhabinkamtibmas kini juga berperan sebagai mitra strategis petani dalam mengawal keberhasilan sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan nasional.
Kapolsek Tapung, Kompol Y. Emanuel Bambang Dewanto, S.H., mengatakan kehadiran personel Bhabinkamtibmas di tengah petani merupakan bentuk komitmen Polri untuk memastikan setiap program swasembada pangan berjalan efektif hingga ke pelosok desa. Menurutnya, sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan kelompok tani menjadi kunci dalam mengoptimalkan setiap lahan produktif agar mampu menghasilkan panen yang berkualitas.
“Polri ingin hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui pendampingan kepada petani, kami berharap produktivitas pertanian meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional,” tegas Kompol Y. Emanuel Bambang Dewanto.
Ia menambahkan, optimalisasi lahan pertanian merupakan langkah strategis dalam menjaga ketersediaan pangan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian. Karena itu, seluruh Bhabinkamtibmas di wilayah hukum Polsek Tapung diinstruksikan untuk terus aktif melakukan monitoring, pendampingan, serta membangun komunikasi yang intensif dengan kelompok tani di desa binaan masing-masing.
Melalui kolaborasi yang terus diperkuat, tanaman jagung di lahan seluas 0,5 hektare di Desa Tanjung Sawit diharapkan tumbuh subur hingga masa panen. Sinergi antara Polri, pemerintah desa, dan masyarakat tersebut menjadi bukti bahwa menjaga ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab petani, melainkan gerakan bersama untuk mewujudkan kemandirian dan swasembada pangan Indonesia dari tingkat desa.





