RiauPekanbaru

Kisah Mualaf Ivonne, Terpikat Cerita Nabi hingga Mantap Masuk Islam di Pekanbaru

×

Kisah Mualaf Ivonne, Terpikat Cerita Nabi hingga Mantap Masuk Islam di Pekanbaru

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Di tengah suasana khidmat Masjid Raya An Nur, seorang siswi berusia 13 tahun duduk dengan penuh keberanian.

Ia bernama Ivonne Kamppainen Kelinduan. Ia ternyata masih duduk di bangku sekolah dasar.

Ivonne menjadi salah satu dari tiga perempuan yang resmi memeluk Islam pada Jumat, 24 Juli 2026.

Di usianya yang masih muda, keputusan Ivonne tentu menarik perhatian.

Namun di balik itu, tersimpan kisah sederhana yang menyentuh hati.

Saat ditanya alasan memilih Islam, Ivonne menjawab dengan polos namun penuh makna.

Ia mengaku ketertarikannya bermula dari cerita-cerita yang sering disampaikan oleh ayahnya.

“Ayah sering mengajarkan nama-nama nabi,” ujarnya dengan suara pelan kepada Pengurus Mualaf Center Riau, Ustaz Ir. H. Rubianto

Dari cerita itulah, Ivonne mulai mengenal tokoh-tokoh dalam Islam.

Kisah para nabi yang penuh perjuangan, kesabaran, dan keimanan membuatnya terkesan.

Baca Juga  Ikut Padamkan Karhutla di Dumai, Begini Kata dan Pesan Rocky Gerung

Baginya, cerita-cerita tersebut bukan hanya dongeng, tetapi pelajaran hidup yang menginspirasi.

Semakin sering mendengar, rasa ingin tahunya pun tumbuh.

Ia mulai bertanya lebih banyak, mencoba memahami siapa para nabi tersebut dan apa ajaran yang mereka bawa.

Proses belajar itu berlangsung secara alami, tanpa paksaan.

Hingga akhirnya, dalam hati kecilnya, Ivonne merasa tertarik untuk menjadi bagian dari agama yang selama ini ia pelajari.

Di hadapan jamaah, Ivonne terlihat tenang.

Berbeda dengan orang dewasa yang mungkin diliputi keraguan, ia justru tampak mantap.

Ketika dibimbing mengucapkan syahadat, ia melafalkannya dengan lancar.

Momen itu menjadi bukti bahwa keyakinan tidak selalu ditentukan oleh usia.

Di usia belia, Ivonne telah menunjukkan keberanian untuk memilih jalan hidupnya sendiri.

Jamaah yang menyaksikan tampak tersentuh. Banyak yang tak menyangka, seorang anak kecil mampu mengungkapkan alasan yang begitu tulus.

Baca Juga  Kasus Surat 2014 Meledak Lagi, Mantan Kades Buruk Bakul Bengkalis Ditahan

Setelah prosesi selesai, Ivonne menerima perlengkapan ibadah sebagai bekal awal.

Ia memandangnya dengan rasa ingin tahu, seolah siap memulai perjalanan barunya.

Pesan dari pembimbing mualaf pun menjadi pengingat penting baginya.

Ia diminta untuk tetap menghormati orang tua dan menjaga hubungan keluarga, meskipun berbeda keyakinan.

Bagi Ivonne, perjalanan ini bukan akhir, melainkan awal dari proses belajar yang panjang.

Ia mungkin belum memahami semuanya, tetapi langkah pertamanya sudah diambil.

Dari cerita sederhana tentang para nabi, Ivonne menemukan jalan menuju keyakinan.

Kisahnya menjadi pengingat bahwa hidayah bisa datang dari hal-hal kecil, bahkan dari cerita yang didengar seorang anak sebelum tidur.

Dan di Masjid Raya An Nur hari itu, langkah kecil Ivonne menjadi bagian dari kisah besar tentang pencarian iman.