HukrimPekanbaru

Terungkap! Napi Lapas Pekanbaru Sudah Kabur Sejak 22 Juli, Kini Masih Buron

×

Terungkap! Napi Lapas Pekanbaru Sudah Kabur Sejak 22 Juli, Kini Masih Buron

Sebarkan artikel ini
Belum Tuntas Cari ISD, Napi Narkotika Kembali Kabur dari Lapas di Riau
Ilustrasi napi kabur.(ist)

INGATLAH.COM – Insiden kaburnya narapidana Lapas Kelas IIA Pekanbaru akhirnya terungkap.

Warga binaan bernama Ibnu Satya itu diketahui telah melarikan diri sejak Rabu, 22 Juli 2026, dan hingga kini masih belum berhasil ditangkap.

Memasuki hari ketiga pencarian, aparat gabungan dari pihak Lapas dan kepolisian terus melakukan pengejaran intensif.

Namun, keberadaan narapidana kasus narkotika tersebut masih belum diketahui.

Humas Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Jopri Sinaga, membenarkan bahwa hingga saat ini pihaknya masih terus berupaya menemukan Ibnu.

“Masih belum ditemukan hingga saat ini. Kami masih melakukan pengejaran dengan dibantu oleh pihak kepolisian,” ujar Jopri, Sabtu (25/7/2026).

Pelarian Ibnu bermula saat dirinya dibawa keluar dari Lapas untuk menjalani pengobatan rutin di RS PMC Pekanbaru.

Baca Juga  Awali 2026, PT BSP Bangun Optimisme Lewat Silaturahmi dengan Dua Camat

Ia diketahui menderita penyakit dalam yang mengharuskannya menjalani kontrol medis secara berkala.

Namun, kesempatan tersebut justru dimanfaatkan untuk melarikan diri.

Ibnu dilaporkan kabur saat berada di area apotek rumah sakit, tepatnya ketika menunggu pengambilan obat.

Setelah lolos dari pengawasan petugas, Ibnu diduga sempat menuju ke rumah pribadinya.

Sejak saat itu, ia dinyatakan hilang dan belum kembali tertangkap hingga sekarang.

Kasus ini menjadi perhatian serius, mengingat Ibnu merupakan narapidana kasus narkotika dengan vonis 10 tahun penjara.

Status tersebut menambah kekhawatiran akan potensi jaringan yang masih dimilikinya di luar.

Pihak Lapas pun terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk mempercepat proses pencarian.

Baca Juga  Persib di Ujung Tekanan, Federico Barba: Tak Ada Pilihan Selain Menang

Berbagai langkah dilakukan, mulai dari penelusuran lokasi terakhir hingga penggalangan informasi dari masyarakat.

Selain itu, evaluasi terhadap sistem pengawalan narapidana juga tengah dilakukan, khususnya dalam prosedur pengamanan saat warga binaan dibawa keluar untuk keperluan medis.

Insiden ini menjadi pengingat penting bahwa pengawasan terhadap narapidana harus dilakukan secara maksimal, terutama di luar lingkungan Lapas yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.

Hingga kini, aparat masih terus memburu Ibnu Satya.

Masyarakat diimbau untuk segera melapor kepada pihak berwajib jika mengetahui keberadaan yang bersangkutan.

Kasus ini diharapkan menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi pihak terkait, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.