INGATLAH.COM – Kunjungan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, ke Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau beberapa waktu lalu ternyata menyimpan cerita menarik di baliknya.
Tak banyak yang tahu, kedatangan orang nomor dua di Indonesia itu bermula dari sebuah komentar sederhana di media sosial.
Seorang guru bernama Desy Pradipta menyampaikan keluhannya melalui kolom komentar Instagram, terkait kondisi SDN 016 Serusa Parit Aman yang dinilai sangat memprihatinkan dan membahayakan keselamatan siswa saat belajar.
Dalam pesannya, Desy menggambarkan kondisi bangunan sekolah yang rusak parah, bahkan berisiko bagi aktivitas belajar mengajar.
Ia pun berharap ada perhatian dari pemerintah agar sekolah tersebut segera mendapatkan perbaikan.
@essy_cuabyy Assalamualaikum mas perkenalkan nama saya desy Pradipta boleh minta tolong perhatian untuk sekolah kami SD n 016 serusa kab rokan hilir 51 kondisinya sangat memprihatikan dan 158 membahayakan siswa yar( belajar mohon bantuannya masss smoga di baca ya allah tolong up kan,” tulisnya.
@gibran_rakabiming
@essy_cuabyy baik pak. Coba kami cek ya. Mohon maaf sebelumnya
Aspirasi itu ternyata mendapat respons. Pihak terkait menyampaikan akan menindaklanjuti laporan tersebut.
Tak berselang lama, pada Jumat (17/07/2026), Wapres Gibran langsung turun ke lokasi untuk melihat kondisi sebenarnya.
Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau bangunan sekolah yang rusak, sekaligus berdialog dengan para guru, orang tua murid, dan masyarakat sekitar.
Dari hasil peninjauan itu, Gibran memastikan bahwa pemerintah akan segera melakukan perbaikan terhadap fasilitas sekolah yang dinilai sudah tidak layak.
Ia menegaskan, langkah cepat ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam merespons langsung aduan masyarakat, khususnya di sektor pendidikan.
Selain itu, upaya ini juga menjadi bagian dari pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Kisah ini menjadi bukti bahwa suara masyarakat, sekecil apa pun, dapat sampai ke tingkat tertinggi pemerintahan bahkan berujung pada tindakan nyata di lapangan.





