INGATLAH.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 meresmikan Peta Profil Desa Sungai Batang, Senin (13/7/2026).
Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menghadirkan informasi desa yang akurat, informatif, dan mudah diakses oleh masyarakat maupun pengunjung.
Peta profil desa tersebut diharapkan dapat menjadi media informasi yang mendukung pelayanan publik, perencanaan pembangunan, sekaligus memperkenalkan potensi Desa Sungai Batang kepada masyarakat luas.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh sepuluh mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI, yakni Wulan Kartika Sari, Muhammad Baihaqi, Anisa Fitriani, Syukri Hidayat, Alfatonah, Nur Rahma Safitri, Suci Puspita Dewi, Rista Juita Manurung, Marito Aktavia Silitonga, dan Mohammad Faiz Anugrah.
Mereka berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Rina Susanti, S.Sos., M.Si.
Proses pembuatan peta profil desa dilakukan selama kurang lebih satu minggu melalui beberapa tahapan, mulai dari pengumpulan data, survei lapangan (ground check) untuk memastikan kesesuaian kondisi di lapangan, hingga koordinasi intensif dengan perangkat desa guna memperoleh data yang valid dan mutakhir.
Peta yang dihasilkan tidak hanya menampilkan batas wilayah administrasi, fasilitas umum, serta lokasi-lokasi penting di Desa Sungai Batang, tetapi juga dilengkapi dengan foto lokasi dan kode QR (Quick Response Code).
Melalui QR tersebut, masyarakat maupun wisatawan dapat langsung mengakses tautan Google Maps menuju lokasi yang diinginkan, sehingga informasi yang disajikan menjadi lebih interaktif dan praktis.
Peresmian peta berlangsung di Kantor Desa Sungai Batang dan dihadiri oleh Penjabat (Pj.) Kepala Desa Sungai Batang, Budiman, para kepala dusun, serta perangkat desa lainnya.
Acara diawali dengan sambutan dari perwakilan mahasiswa Kukerta dan Pj. Kepala Desa, dilanjutkan dengan prosesi peresmian, serta ditutup dengan doa bersama.
Dalam sambutannya, Budiman menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa Kukerta UNRI dalam membantu pengembangan desa.
“Besar harapan peta ini mampu membantu masyarakat maupun wisatawan yang akan berkunjung ke Sungai Batang,” ujarnya.
Ia juga berharap peta profil desa tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pemerintah desa, baik dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat maupun dalam mempromosikan potensi desa.
Melalui program ini, mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI 2026 menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya dilakukan melalui kegiatan sosial dan edukasi, tetapi juga melalui penyediaan data dan informasi yang mendukung pembangunan desa.
Kehadiran Peta Profil Desa Sungai Batang diharapkan menjadi salah satu warisan program Kukerta yang memiliki manfaat jangka panjang, baik sebagai sarana informasi, navigasi, maupun pendukung perencanaan pembangunan desa yang lebih efektif dan berbasis data.





