INGATLAH.COM – Sering menguap, kelopak mata terasa berat, hingga pandangan mulai tidak fokus ternyata bukan sekadar tanda kelelahan biasa.
Gejala tersebut merupakan indikasi awal microsleep, kondisi yang sangat berbahaya dan dapat memicu kecelakaan fatal saat berkendara.
Peringatan itu disampaikan Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, Kompol Satrio Bagus Wira Wicaksana, menyusul kecelakaan maut yang melibatkan Bus Pelangi dan truk tronton di ruas Tol Pekanbaru-Dumai (Tol Permai), Selasa (7/7/2026).
Menurut Kompol Satrio, kelelahan masih menjadi salah satu faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas, terutama di jalan tol yang memiliki karakteristik kecepatan tinggi.
“Microsleep adalah kondisi hilangnya kesadaran atau fokus akibat kantuk berat yang terjadi secara tiba-tiba selama beberapa detik,” katanya.
“Kondisi ini sangat berbahaya, terutama ketika seseorang sedang mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi,” ujarnya.
Ia mengimbau para pengemudi, khususnya sopir angkutan umum dan kendaraan barang, agar tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan ketika tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan.
Untuk mengurangi risiko microsleep, pengemudi disarankan beristirahat setiap dua jam perjalanan atau setelah menempuh jarak sekitar 150 hingga 200 kilometer.
Waktu istirahat tersebut sebaiknya dimanfaatkan untuk melakukan power nap selama 15 hingga 20 menit agar konsentrasi kembali pulih sebelum melanjutkan perjalanan.
Selain itu, pengemudi juga diminta menghindari kebiasaan mengemudi tanpa henti dalam waktu yang terlalu lama.
“Hentikan kendaraan setiap dua sampai tiga jam sekali. Jangan mengemudi terus-menerus lebih dari empat jam tanpa beristirahat,” tegasnya.
Kompol Satrio juga menekankan pentingnya tidur yang cukup sebelum melakukan perjalanan jauh.
Menurutnya, pengemudi idealnya memperoleh waktu istirahat antara enam hingga delapan jam agar kondisi fisik dan mental tetap prima saat berada di balik kemudi.
Ia mengingatkan masyarakat untuk mengenali gejala awal microsleep, seperti sering menguap, mata terasa berat, pandangan mulai kabur atau tidak fokus, hingga tanpa sadar melewati rambu lalu lintas maupun titik tujuan.
“Kalau tanda-tanda itu sudah mulai muncul, segera hentikan kendaraan di tempat yang aman dan beristirahat. Jangan mengambil risiko, karena keselamatan diri sendiri dan penumpang adalah yang paling utama,” pesannya.
Di akhir imbauannya, Satlantas Polresta Pekanbaru mengajak seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi batas kecepatan, menjaga kondisi fisik sebelum berkendara, serta menaati seluruh rambu lalu lintas.
Menurut Kompol Satrio, kecelakaan Bus Pelangi di Tol Pekanbaru-Dumai harus menjadi pelajaran bagi seluruh pengendara bahwa kehilangan konsentrasi hanya dalam hitungan detik akibat microsleep dapat berujung pada tragedi.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara. Jangan memaksakan diri mengemudi saat mengantuk. Lebih baik terlambat sampai tujuan daripada mempertaruhkan nyawa di jalan,” tutupnya.





