INGATLAH.COM – Insiden kecelakaan laut dilaporkan terjadi di Pelabuhan Tanjung Buton, Desa Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Selasa (7/7/2026) dini hari.
Informasi itu diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Pekanbaru dari seorang perwakilan perusahaan pelayaran bernama Jeny, yang berasal dari Perusahaan Pelayaran Tujuh Samudra.
Berdasarkan informasi awal, kapal pompong tersebut tengah melakukan kegiatan pemeriksaan draft survei di kapal MV Himala yang sedang bersandar.
Informasi yang berhasil dihimpun, dari total korban, tiga orang dinyatakan selamat, satu orang ditemukan meninggal dunia, dan tiga lainnya hingga kini masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Namun, situasi berubah cepat ketika arus laut yang cukup kuat menyeret kapal kecil tersebut. Kapal pompong diduga terseret ke bawah kapal tongkang yang berada di sisi MV Himala.
Tekanan arus dan posisi yang tidak menguntungkan menyebabkan kapal kehilangan keseimbangan hingga akhirnya tenggelam. Menanggapi laporan tersebut, tim SAR Pekanbaru langsung bergerak cepat.
Sebanyak 10 personel rescuer diberangkatkan menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 103 kilometer dari kantor SAR Pekanbaru.
Perjalanan menuju lokasi memakan waktu cukup panjang, dengan arah tempuh sekitar 64 derajat dari titik keberangkatan.
Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan upaya pencarian terhadap korban yang masih hilang. Operasi pencarian difokuskan di sekitar titik terakhir korban terlihat atau Last Known Position (LKP).
Metode pencarian dilakukan melalui penyisiran permukaan air menggunakan peralatan SAR.
Selain itu, jika kondisi cuaca dan arus memungkinkan, tim juga akan melakukan penyelaman untuk mempercepat proses pencarian korban yang diduga terjebak di sekitar lokasi tenggelamnya kapal.
“Kami mengerahkan seluruh kemampuan dan sumber daya yang ada untuk melakukan pencarian terhadap para korban,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru Budi Cahyadi.
Ia juga berharap korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan dalam kondisi terbaik.
Operasi SAR ini melibatkan koordinasi berbagai unsur terkait, termasuk pihak pelabuhan dan perusahaan pelayaran setempat.
Upaya pencarian terus dilakukan tanpa henti demi menemukan korban yang masih hilang.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dalam aktivitas di perairan, terutama di kawasan pelabuhan yang memiliki arus kuat dan lalu lintas kapal yang padat.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan.





