INGATLAH.COM – Di balik suasana bahagia kenaikan pangkat 1.126 personel Polda Riau, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, menyampaikan pesan keras yang menjadi perhatian seluruh anggota.
Usai upacara kenaikan pangkat yang berlangsung di Mapolda Riau, Kapolda menegaskan bahwa pangkat baru yang disematkan bukan sekadar simbol kebanggaan, melainkan amanah besar yang harus dijaga.
Prosesi upacara berlangsung khidmat, dilanjutkan pemasangan pangkat oleh pasangan dan keluarga sebagai simbol kuatnya dukungan rumah tangga dalam perjalanan tugas setiap anggota.
Di hadapan seluruh personel, Herry mengingatkan bahwa keberhasilan seorang anggota Polri tidak pernah lepas dari doa istri, anak, dan keluarga yang setiap hari menunggu mereka pulang dengan selamat.
“Ada peran istri, ada peran anak, ada peran keluarga yang setiap hari melepaskan saudara-saudara bekerja dan terus berdoa agar kembali ke rumah dengan selamat,” katanya.
Namun di tengah momen bahagia itu, Kapolda memberikan ultimatum tegas terkait penyalahgunaan narkoba.
Ia menegaskan tidak akan ragu menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada anggota yang terbukti terlibat, baik sebagai pengguna maupun pengedar.
“Saya tidak segan-segan memberhentikan dan mem-PTDH-kan rekan-rekan kalau terlibat narkoba,” tegasnya.
Menurutnya, narkoba menjadi perhatian serius sejak dirinya mulai berdinas di Riau.
Ia menyebut sudah banyak personel yang harus kehilangan karier akibat terjerumus barang haram tersebut.
Kapolda juga meminta seluruh personel dan keluarga saling mengingatkan agar tidak terjebak dalam perilaku menyimpang yang dapat merusak masa depan.
Baginya, keluarga adalah potret kehidupan yang harus dijaga dengan baik, dan setiap tindakan anggota akan menjadi goresan dalam “lukisan” kehidupan rumah tangga mereka.
Upacara kemudian ditutup dengan tradisi penyiraman water canon dan pemberian ucapan selamat, namun pesan Kapolda hari itu menjadi penegasan bahwa kenaikan pangkat harus dibarengi tanggung jawab moral yang lebih besar.





