INGATLAH.COM – Perbaikan ruas Jalan Simpang Minas – Simpang Pemda – Simpang Tualang Timur di Kabupaten Siak akhirnya mulai dikerjakan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tidak bekerja sendiri, melainkan menggandeng puluhan perusahaan melalui skema kolaborasi untuk mempercepat penanganan jalan yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas industri di wilayah tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau, Zulfahmi, mengatakan pihaknya menangani perbaikan sepanjang 1 kilometer dari total ruas jalan yang mengalami kerusakan.
Sementara sisanya akan dikerjakan secara bertahap oleh perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut.
“Dinas PUPR-PKPP Riau melakukan penanganan sepanjang 1 kilometer. Sisanya kami laksanakan melalui kerja sama dengan pihak swasta,” ujar Zulfahmi.
Menurutnya, ruas Jalan Simpang Minas-Simpang Pemda-Simpang Tualang Timur merupakan jalur strategis dengan lalu lintas kendaraan berat yang sangat tinggi.
Jalan ini menjadi akses utama pengangkutan kelapa sawit, kayu log, hingga mobilitas dari kawasan industri Perawang menuju Jalur Lintas Timur.
Karena itu, perbaikan dilakukan menggunakan konstruksi rigid pavement atau beton kaku agar lebih kuat menahan beban kendaraan bertonase besar dan tidak mudah mengalami kerusakan kembali.
Sebanyak 24 perusahaan ikut terlibat dalam proyek kolaboratif tersebut. Di antaranya PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), PT Pelindo, PT Indah Kiat Pulp and Paper, PT Arara Abadi Group, PT Surya Inti Raya, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), PTPN IV Regional III, hingga sejumlah perusahaan perkebunan dan industri lainnya.
Untuk mempermudah pelaksanaan, seluruh perusahaan dibagi ke dalam empat klaster berdasarkan sektor usaha, yakni Klaster Migas yang dikoordinasikan PT PHR, Klaster Perkayuan oleh PT Arara Abadi, Klaster Sawit dipimpin PT Surya Inti Raya, serta Klaster Transportasi yang dikoordinasikan PT Pelindo.
Masing-masing klaster bertanggung jawab memperbaiki ruas jalan sepanjang sekitar 700 meter.
Namun, pada tahun ini Klaster Migas dan Klaster Perkayuan masing-masing menargetkan penyelesaian sepanjang 500 meter, sedangkan sisanya akan dilanjutkan pada tahun berikutnya.
Sementara itu, pekerjaan yang menjadi tanggung jawab Dinas PUPR-PKPP Riau telah dimulai sejak Juni 2026. Titik awal pengerjaan berada di STA 0+100 atau tepat setelah keluar dari akses jalan tol.
“Target kami pekerjaan yang ditangani pemerintah selesai pada Desember mendatang. Secara keseluruhan, panjang jalan yang diperbaiki tahun ini mencapai 3,4 kilometer, sedangkan sisanya akan dilanjutkan pada tahun depan,” jelas Zulfahmi.
Ia menambahkan, pembangunan rigid beton sepanjang satu kilometer yang dikerjakan pemerintah membutuhkan anggaran sekitar Rp10 miliar.
Sementara kontribusi investasi dari 24 perusahaan untuk mendukung perbaikan jalan tersebut diperkirakan mencapai Rp28 miliar.
Menurut Zulfahmi, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi solusi efektif dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya pada ruas jalan yang menjadi penopang aktivitas ekonomi daerah.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan seluruh perusahaan yang telah berpartisipasi. Sinergi seperti ini akan terus kami dorong agar pembangunan infrastruktur di Riau semakin cepat dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat maupun dunia usaha,” pungkasnya.





