INGATLAH.COM – Presiden Homestay Malaysia sekaligus Ketua Homestay Tourism Showcase (HOTAS) 2026, Dato’ Haji Sahariman bin Hamdan, menyatakan komitmennya untuk memperkuat kerja sama dengan Kabupaten Bogor dalam bidang pariwisata, budaya, dan pendidikan melalui pengembangan homestay berbasis masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan saat kunjungannya ke Indonesia dan mendapat sambutan hangat dari Lembaga Swadaya Masyarakat Pakuan Padjadjaran Bogor yang dipimpin oleh R Yudi MA Danumihardja Diponegoro.
Dalam pertemuan itu, Yudi menyampaikan ketertarikannya untuk menjalin kerja sama dengan Homestay Malaysia, termasuk membuka peluang studi banding ke Malaysia guna mempelajari pengelolaan homestay berbasis komunitas yang telah berkembang dan berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Menanggapi hal tersebut, Dato’ Sahariman menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan dukungan yang diberikan terhadap pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Kabupaten Bogor.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Yudi MA Danumihardja Diponegoro dan Lembaga Budaya Bogor atas sambutan yang sangat baik. Saya melihat Kabupaten Bogor memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata budaya dan homestay yang melibatkan masyarakat secara langsung,” ujarnya.
Menurutnya, Malaysia siap berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait pengelolaan homestay yang selama ini menjadi salah satu program unggulan dalam mendukung sektor pariwisata sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ia juga menyambut positif rencana studi banding yang diusulkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Pakuan Padjadjaran Bogor. Menurut Dato’ Sahariman, kunjungan langsung ke berbagai lokasi homestay di Malaysia akan memberikan gambaran nyata mengenai sistem pengelolaan, pelayanan wisatawan, hingga peran masyarakat dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal.
“Kami sangat terbuka untuk menerima kunjungan dari Kabupaten Bogor dan berbagi pengalaman. Semoga kerja sama ini dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak serta memperkuat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Malaysia,” katanya.
Lebih jauh, Dato’ Sahariman menegaskan kesiapan pihaknya untuk menjalin kerja sama yang lebih luas dengan Lembaga Budaya Bogor maupun Pemerintah Kabupaten Bogor. Ruang lingkup kerja sama tersebut mencakup pengembangan homestay, promosi pariwisata, pelestarian budaya, hingga pemberdayaan masyarakat.
“Kami siap bekerja sama dan mendukung berbagai program yang dapat memperkuat sektor pariwisata dan budaya. Saya yakin dengan potensi yang dimiliki Kabupaten Bogor, banyak program yang bisa dikembangkan bersama untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, kolaborasi antara Malaysia dan Kabupaten Bogor berpotensi melahirkan berbagai program strategis, seperti pelatihan pengelola homestay, pertukaran budaya, promosi destinasi wisata, hingga pengembangan desa wisata berbasis masyarakat.
Kerja sama tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal sebagai aset penting yang dimiliki kedua negara.
Selain itu, Dato’ Sahariman juga menyambut baik rencana fasilitasi pertemuan dengan Bupati Bogor yang diupayakan bertepatan dengan kegiatan Helaran Budaya Kabupaten Bogor pada Minggu, 28 Juni 2026.
Ia berharap pertemuan tersebut menjadi langkah awal lahirnya kerja sama yang lebih konkret dalam pengembangan homestay, desa wisata, serta promosi budaya dan pariwisata Indonesia-Malaysia.
“Melalui kerja sama ini, kita tidak hanya mempromosikan destinasi wisata, tetapi juga mempererat hubungan budaya dan persaudaraan antara masyarakat Indonesia dan Malaysia. Saya berharap hubungan baik ini terus berkembang dan menghasilkan program-program nyata yang bermanfaat bagi kedua belah pihak,” tutupnya.





